Jakarta (Lensagram) – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) menegaskan bahwa penguatan kompetensi vokasi dan kemampuan berbahasa menjadi salah satu kunci untuk memperluas peluang kerja bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, dunia kerja terus berubah sehingga tenaga kerja harus memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Selain menguasai keahlian teknis, pencari kerja juga perlu meningkatkan kemampuan berkomunikasi, termasuk menguasai bahasa asing. Dengan bekal tersebut, peluang untuk bekerja di dalam maupun luar negeri akan semakin terbuka.
Kompetensi Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Industri
Wamenaker menjelaskan bahwa pendidikan dan pelatihan vokasi memiliki peran penting dalam mencetak tenaga kerja yang siap kerja. Oleh karena itu, program vokasi perlu terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, lembaga pendidikan, dan lembaga pelatihan menjadi langkah penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten. Dengan demikian, lulusan vokasi tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.
Selain itu, pelatihan berbasis praktik dinilai mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja sekaligus mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja.
Kemampuan Bahasa Buka Peluang Kerja Lebih Besar
Di samping kompetensi teknis, Wamenaker menekankan pentingnya kemampuan berbahasa, terutama bahasa asing. Kemampuan tersebut dinilai dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.
Saat ini, banyak perusahaan multinasional maupun industri yang berorientasi ekspor membutuhkan pekerja yang mampu berkomunikasi dengan baik. Oleh sebab itu, penguasaan bahasa menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan peluang seseorang untuk diterima bekerja.
Tidak hanya itu, kemampuan bahasa juga membuka kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengembangkan karier di berbagai negara yang membutuhkan pekerja terampil.
Kolaborasi Jadi Kunci Meningkatkan Kualitas SDM
Wamenaker juga mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, industri, dan lembaga pelatihan. Melalui kolaborasi tersebut, program pelatihan dapat dirancang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Selanjutnya, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas balai pelatihan kerja serta pengembangan program sertifikasi kompetensi. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang lebih profesional, produktif, dan siap menghadapi persaingan global.
Dengan adanya sinergi yang kuat, lulusan pelatihan vokasi diharapkan dapat lebih cepat terserap oleh dunia usaha dan industri.
Siapkan SDM Indonesia Hadapi Persaingan Global
Perkembangan teknologi, digitalisasi, dan investasi yang terus meningkat membuat kebutuhan tenaga kerja berkualitas semakin besar. Karena itu, peningkatan kompetensi tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan.
Wamenaker optimistis bahwa penguatan pendidikan vokasi dan kemampuan bahasa akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesempatan kerja. Selain membantu memenuhi kebutuhan industri, langkah tersebut juga dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat internasional.
Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas akses pelatihan yang berkualitas agar semakin banyak masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan begitu, Indonesia dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap memanfaatkan berbagai peluang kerja di masa depan.
Baca Juga : Mengejutkan! Komisi XI Sebut PFII Bisa Jadi Senjata Rahasia RI Rebut Arus Modal Global
![]()












