Jakarta (Lensagram) – 564Harga Brent turun sekitar 1 persen ke US$103,77 per barrel. Pada saat yang sama, harga WTI turun 1 persen ke US$100,88 per barrel.
Dengan begitu, harga minyak masih berada di level tinggi. Pasar kini melihat jalur pasok baru dari Timur Tengah.
Harga Minyak Turun untuk Ketiga Kali
Penurunan harga minyak terus berlanjut. Brent dan WTI sudah turun dalam tiga sesi dagang.
Kali ini, pasar melihat peluang baru untuk pasokan minyak. Arab Saudi mulai mencari jalur lain untuk kirim minyak ke Asia.
Selain itu, Riyadh juga ingin memulihkan pipa East-West. Langkah ini bisa bantu alirkan minyak ke pasar dunia.
Karena itu, pasar mulai mengurangi rasa cemas soal pasokan. Namun, risiko baru masih bisa muncul dari konflik di Timur Tengah.
Arab Saudi Cari Jalur Pasok Baru
Arab Saudi punya cara lain untuk kirim minyak. Negara itu mulai menawarkan lebih banyak kargo ke pembeli di Asia.
Selain itu, Saudi memakai cara kirim dari kapal ke kapal di dekat Sohar, Oman. Cara ini bisa bantu pasok minyak saat pipa utama masih bermasalah.
Dengan jalur baru ini, pembeli di Asia masih bisa mendapat pasokan. Jadi, pasar tidak hanya bergantung pada satu jalur.
Langkah Saudi ikut memberi angin segar bagi pasar minyak. Namun, pasar tetap melihat risiko dari konflik yang masih berjalan.
Pipa Minyak Saudi Masih Jadi Sorotan
Pipa East-West punya peran besar bagi pasar minyak. Pipa sepanjang sekitar 1.200 km ini mengirim minyak dari wilayah timur Saudi ke Yanbu di Laut Merah.
Serangan drone pekan lalu merusak tiga stasiun pompa. Akibatnya, Saudi menutup aliran pipa untuk sementara.
Reuters menyebut pipa ini biasa membawa sekitar 4 juta sampai 5 juta barrel minyak per hari. Jumlah itu setara sekitar 4 persen sampai 5 persen dari pasok minyak dunia.
Karena itu, pasar terus menunggu kabar soal pipa ini. Jika Saudi dapat memulihkan aliran dalam waktu dekat, pasokan bisa kembali naik.
Konflik Timur Tengah Masih Tahan Harga
Di sisi lain, konflik di Timur Tengah masih jadi faktor utama. Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali saling serang.
Situasi ini bisa ganggu jalur minyak dan kapal. Bahkan, lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi normal.
Data pelacakan kapal menunjukkan hanya tiga kapal dagang yang melintas Selat Hormuz pada Rabu. Angka itu turun dari 12 kapal pada hari sebelumnya.
Karena itu, pasar masih melihat risiko pasok yang tinggi. Kondisi ini ikut menahan harga minyak agar tidak jatuh lebih dalam.
Mengapa Harga Masih di Atas US$100?
Ada dua faktor utama yang ikut menjaga harga minyak tetap tinggi.
Pertama, konflik di Timur Tengah masih belum reda. Kedua, gangguan pada pipa Saudi masih mengancam aliran minyak.
Namun, pasar juga mendapat kabar baik. Saudi mulai cari jalur kirim lain. Selain itu, Saudi ingin memulihkan sebagian aliran pipa East-West dalam waktu dekat.
Dengan begitu, pasar mulai melihat peluang pasok yang lebih baik. Harapan ini ikut menekan harga minyak.
Brent dan WTI Masih Jadi Perhatian
Saat ini, Brent masih berada di US$103,77 per barrel. Sementara itu, WTI berada di US$100,88 per barrel.
Artinya, kedua harga acuan itu masih berada di atas US$100. Jadi, penurunan yang terjadi belum cukup kuat untuk membawa harga ke bawah level itu.
Selain itu, harga minyak masih sangat peka pada kabar dari Timur Tengah. Jika jalur pasok pulih, harga bisa kembali turun.
Sebaliknya, serangan baru bisa memberi tekanan naik pada harga. Karena itu, pasar akan terus melihat kondisi pipa, kapal, dan jalur minyak.
Pasar Tunggu Kabar dari Timur Tengah
Untuk saat ini, pasar minyak masih mencari arah. Harga memang mulai turun. Namun, risiko pasok belum hilang.
Saudi terus mencari cara agar minyak tetap masuk ke pasar. Di sisi lain, konflik masih bisa ganggu jalur pasok.
Jadi, harga minyak masih bisa bergerak cepat. Pelaku p aliran minyak Saudi bisa pulih dan apakah konflik akan mereda.
Jika pasokan kembali lancar, harga punya ruang untuk turun. Namun, jika gangguan baru muncul, tekanan pada harga bisa kembali naik.
Baca Juga : Menaker Buka-bukaan Soal Skill Mahasiswa! Kompetensi Teknis Saja Tak Cukup, Human Skills Jadi Kunci
![]()










