• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
Saturday, 17 October 2026
  • Login
PT. Lensa Garuda Media
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
PT. Lensa Garuda Media
No Result
View All Result
Home Lagirame

Minyak Dunia Mulai Melemah! Namun Harga Masih di Atas US$100 per Barrel, Ini Faktor yang Menahannya

Dilla by Dilla
18 September 2026
in Lagirame
0

Jakarta (Lensagram) – 564Harga Brent turun sekitar 1 persen ke US$103,77 per barrel. Pada saat yang sama, harga WTI turun 1 persen ke US$100,88 per barrel.

Dengan begitu, harga minyak masih berada di level tinggi. Pasar kini melihat jalur pasok baru dari Timur Tengah.

Harga Minyak Turun untuk Ketiga Kali

Penurunan harga minyak terus berlanjut. Brent dan WTI sudah turun dalam tiga sesi dagang.

Kali ini, pasar melihat peluang baru untuk pasokan minyak. Arab Saudi mulai mencari jalur lain untuk kirim minyak ke Asia.

Selain itu, Riyadh juga ingin memulihkan pipa East-West. Langkah ini bisa bantu alirkan minyak ke pasar dunia.

Karena itu, pasar mulai mengurangi rasa cemas soal pasokan. Namun, risiko baru masih bisa muncul dari konflik di Timur Tengah.

Arab Saudi Cari Jalur Pasok Baru

Arab Saudi punya cara lain untuk kirim minyak. Negara itu mulai menawarkan lebih banyak kargo ke pembeli di Asia.

Selain itu, Saudi memakai cara kirim dari kapal ke kapal di dekat Sohar, Oman. Cara ini bisa bantu pasok minyak saat pipa utama masih bermasalah.

Dengan jalur baru ini, pembeli di Asia masih bisa mendapat pasokan. Jadi, pasar tidak hanya bergantung pada satu jalur.

Langkah Saudi ikut memberi angin segar bagi pasar minyak. Namun, pasar tetap melihat risiko dari konflik yang masih berjalan.

Pipa Minyak Saudi Masih Jadi Sorotan

Pipa East-West punya peran besar bagi pasar minyak. Pipa sepanjang sekitar 1.200 km ini mengirim minyak dari wilayah timur Saudi ke Yanbu di Laut Merah.

Serangan drone pekan lalu merusak tiga stasiun pompa. Akibatnya, Saudi menutup aliran pipa untuk sementara.

Reuters menyebut pipa ini biasa membawa sekitar 4 juta sampai 5 juta barrel minyak per hari. Jumlah itu setara sekitar 4 persen sampai 5 persen dari pasok minyak dunia.

Karena itu, pasar terus menunggu kabar soal pipa ini. Jika Saudi dapat memulihkan aliran dalam waktu dekat, pasokan bisa kembali naik.

Konflik Timur Tengah Masih Tahan Harga

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah masih jadi faktor utama. Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali saling serang.

Situasi ini bisa ganggu jalur minyak dan kapal. Bahkan, lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi normal.

Data pelacakan kapal menunjukkan hanya tiga kapal dagang yang melintas Selat Hormuz pada Rabu. Angka itu turun dari 12 kapal pada hari sebelumnya.

Karena itu, pasar masih melihat risiko pasok yang tinggi. Kondisi ini ikut menahan harga minyak agar tidak jatuh lebih dalam.

Mengapa Harga Masih di Atas US$100?

Ada dua faktor utama yang ikut menjaga harga minyak tetap tinggi.

Pertama, konflik di Timur Tengah masih belum reda. Kedua, gangguan pada pipa Saudi masih mengancam aliran minyak.

Namun, pasar juga mendapat kabar baik. Saudi mulai cari jalur kirim lain. Selain itu, Saudi ingin memulihkan sebagian aliran pipa East-West dalam waktu dekat.

Dengan begitu, pasar mulai melihat peluang pasok yang lebih baik. Harapan ini ikut menekan harga minyak.

Brent dan WTI Masih Jadi Perhatian

Saat ini, Brent masih berada di US$103,77 per barrel. Sementara itu, WTI berada di US$100,88 per barrel.

Artinya, kedua harga acuan itu masih berada di atas US$100. Jadi, penurunan yang terjadi belum cukup kuat untuk membawa harga ke bawah level itu.

Selain itu, harga minyak masih sangat peka pada kabar dari Timur Tengah. Jika jalur pasok pulih, harga bisa kembali turun.

Sebaliknya, serangan baru bisa memberi tekanan naik pada harga. Karena itu, pasar akan terus melihat kondisi pipa, kapal, dan jalur minyak.

Pasar Tunggu Kabar dari Timur Tengah

Untuk saat ini, pasar minyak masih mencari arah. Harga memang mulai turun. Namun, risiko pasok belum hilang.

Saudi terus mencari cara agar minyak tetap masuk ke pasar. Di sisi lain, konflik masih bisa ganggu jalur pasok.

Jadi, harga minyak masih bisa bergerak cepat. Pelaku p aliran minyak Saudi bisa pulih dan apakah konflik akan mereda.

Jika pasokan kembali lancar, harga punya ruang untuk turun. Namun, jika gangguan baru muncul, tekanan pada harga bisa kembali naik.

Baca Juga : Menaker Buka-bukaan Soal Skill Mahasiswa! Kompetensi Teknis Saja Tak Cukup, Human Skills Jadi Kunci

Loading

Tags: EkonomiGlobalEnergiHargaMinyakMinyakDunia
Dilla

Dilla

Artikel Sejenis

Dokumenter

Bukan Cuma Masalah Indonesia! Asap Karhutla Jadi Persoalan Bersama ASEAN, Ini Faktanya

15 October 2026
Lagirame

MA AS Izinkan Trump Deportasi Imigran ke Negara Ketiga! Hak Bela Diri Kini Dipertanyakan

30 September 2026
Lagirame

Syarat Pendidikan Gibran Digugat di MK! Dugaan “Pasal Penyelundupan” hingga Pengakuan KPU Terungkap

28 September 2026
Lagirame

Trump Tolak Tawaran Damai Iran! Teheran Diminta Beri Konsesi Nuklir, Ada Apa?

28 September 2026
Lagirame

53 Ribu Orang Kena PHK, Airlangga Buka Suara! Benarkah Lapangan Kerja Justru Bertambah?

25 September 2026
Lagirame

SKCK Bakal Bisa Dicetak Sendiri! Ini Rencana Baru Polri untuk Cegah Pungli

29 September 2026

Berita Terbaru

Bukan Cuma Masalah Indonesia! Asap Karhutla Jadi Persoalan Bersama ASEAN, Ini Faktanya

15 October 2026

Kasus Heat Stroke di Surabaya Meledak! Naik 3 Kali Lipat pada 2026, Apa Penyebabnya?

15 October 2026

Pentagon Siapkan Serangan 3 Hari ke Iran! Apa Target Utama Militer AS dan Dampaknya bagi Dunia?

10 October 2026

Siapa Navi Pillay? Sosok Penerima Nobel Perdamaian 2026 dengan Kiprah Besar dalam Perjuangan HAM

10 October 2026

Berita Populer

  • Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramono Anung dan Rano Karno Raih Kemenangan Pilkada DKI Jakarta 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Bekasi Mengadu! Dedi Mulyadi Kaget Dengar Keluhan Soal Uang Jutaan ke Oknum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ridwan Kamil-Suswono Memutuskan Tidak Melaporkan Hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Status BPJS Nonaktif Tapi Masih Ditagih? Ternyata Ini Alasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT. Lensa Garuda Media

Lensagram adalah organisasi media yang berfokus pada bahasan lingkungan, sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Lensagram berawal dari sebuah channel Youtube yang aktif membahas berbagai isu-isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat dan juga mewawancarai sejumlah tokoh.

Ikuti Kami

Artikel Terbaru

Bukan Cuma Masalah Indonesia! Asap Karhutla Jadi Persoalan Bersama ASEAN, Ini Faktanya

15 October 2026

Kasus Heat Stroke di Surabaya Meledak! Naik 3 Kali Lipat pada 2026, Apa Penyebabnya?

15 October 2026

Pentagon Siapkan Serangan 3 Hari ke Iran! Apa Target Utama Militer AS dan Dampaknya bagi Dunia?

10 October 2026

Siapa Navi Pillay? Sosok Penerima Nobel Perdamaian 2026 dengan Kiprah Besar dalam Perjuangan HAM

10 October 2026

Kategori Berita

  • Budi Leluhur
  • Dokumenter
  • Healing
  • Lagirame
  • Romansa
  • Suara Mereka
  • Tanpa Dasi
  • Tanpa Kategori
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
  • Informasi Lainnya
    • Login
    • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist