Jakarta (Lensagram) – Ekonomi Amerika Serikat (AS) mencatat kabar baru. Pendapatan rumah tangga naik pada 2025. Pada saat yang sama, angka kemiskinan ikut turun.
Data U.S. Census Bureau menunjukkan pendapatan rumah tangga median riil AS naik menjadi US$87.460 pada 2025. Angka ini naik 2,6 persen dari US$85.210 pada 2024.
Selain itu, angka kemiskinan resmi turun menjadi 10,2 persen. Lalu, apa yang membuat dua angka ini berubah?
Pendapatan Rumah Tangga AS Naik
Pendapatan rumah tangga AS naik pada 2025. U.S. Census Bureau mencatat angka median riil sebesar US$87.460.
Angka ini naik 2,6 persen dalam satu tahun. Bahkan, nilai ini menjadi angka median paling tinggi sejak data mulai ada pada 1967.
Kenaikan pendapatan memberi ruang lebih bagi rumah tangga. Namun, hasilnya tidak sama pada tiap kelompok warga.
Pendapatan median rumah tangga kulit putih naik 3,0 persen. Sementara itu, pendapatan median rumah tangga kulit hitam naik 4,8 persen.
Di sisi lain, pendapatan median rumah tangga Asia dan Hispanik tidak berubah secara nyata secara statistik.
Kemiskinan AS Turun Jadi 10,2 Persen
Selain pendapatan naik, angka kemiskinan AS juga turun. Data Census Bureau menunjukkan angka ini turun 0,5 poin dari tahun 2024.
Kini, tingkat kemiskinan resmi AS berada di 10,2 persen. Angka ini menjadi yang paling rendah dalam data Census Bureau.
Meski begitu, masih banyak warga yang hidup dalam kemiskinan. Census Bureau mencatat sekitar 34,5 juta orang masuk dalam kelompok miskin pada 2025.
Karena itu, penurunan angka kemiskinan tidak berarti semua warga sudah hidup lebih baik. Biaya rumah, makan, dan kebutuhan lain tetap punya peran besar.
Kemiskinan Anak Ikut Turun
Kabar baik juga muncul dari kelompok anak. Tingkat kemiskinan anak turun menjadi 13,4 persen pada 2025.
Angka itu juga menjadi yang paling rendah dalam data Census Bureau. Jadi, penurunan kemiskinan tidak hanya muncul pada angka umum.
Namun, kondisi tiap keluarga bisa berbeda. Pendapatan, biaya hidup, jumlah anggota keluarga, dan bantuan sosial ikut memberi dampak.
Ada Cara Lain untuk Ukur Kemiskinan
Census Bureau tidak hanya memakai satu cara untuk melihat kemiskinan. Lembaga ini juga memakai Supplemental Poverty Measure (SPM).
SPM melihat lebih banyak faktor. Misalnya, pajak, biaya kerja, biaya medis, biaya rumah, dan bantuan dari pemerintah.
Karena itu, hasil SPM bisa beda dari angka kemiskinan resmi.
Pada 2025, SPM menunjukkan angka kemiskinan sebesar 13,1 persen. Angka ini tidak berubah secara nyata dari 2024.
Jadi, angka 10,2 persen dan 13,1 persen tidak bisa kita bandingkan secara langsung. Keduanya memakai cara ukur yang berbeda.
Pendapatan Setelah Pajak Juga Naik
Selain pendapatan sebelum pajak, pendapatan setelah pajak juga naik.
Median pendapatan setelah pajak naik 3,1 persen pada 2025. Nilainya naik dari US$73.760 pada 2024 menjadi US$76.060.
Data ini memberi gambaran lain soal daya beli rumah tangga. Sebab, uang setelah pajak lebih dekat dengan dana yang bisa dipakai untuk kebutuhan harian.
Namun, kenaikan pendapatan tidak selalu berarti beban rumah tangga ikut turun. Harga barang dan jasa juga ikut memengaruhi kondisi warga.
Apa Arti Data Baru Ini?
Data terbaru memberi dua sinyal utama. Pertama, pendapatan rumah tangga AS naik pada 2025.
Kedua, angka kemiskinan resmi turun ke 10,2 persen. Di sisi lain, angka SPM masih berada di 13,1 persen.
Karena itu, kita perlu melihat data ini dari beberapa sisi. Kenaikan pendapatan memang menjadi salah satu kabar penting.
Selain itu, turunnya angka kemiskinan juga menunjukkan perubahan pada ukuran resmi. Namun, sekitar 34,5 juta warga masih hidup dalam kemiskinan.
Dengan kata lain, ekonomi rumah tangga AS menunjukkan kemajuan pada sejumlah ukuran. Meski begitu, tantangan biaya hidup masih perlu jadi perhatian.
Baca Juga : China Naikkan Biaya Visa Warga Jepang 7 Kali Lipat! Ini Tarif Baru dan Alasan di Balik Kebijakan
![]()











