• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
Saturday, 19 September 2026
  • Login
PT. Lensa Garuda Media
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
PT. Lensa Garuda Media
No Result
View All Result
Home Lagirame

Kades Banyumas Ogah Teken Aset Kopdes! Lahan Hijau dan Payung Hukum Jadi Sorotan

Dilla by Dilla
19 September 2026
in Lagirame
0

Jakarta (Lensagram) – Sejumlah kepala desa di Banyumas belum mau meneken serah terima aset Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes. Mereka masih menunggu kejelasan soal lahan dan dasar hukum.

Sikap ini muncul saat proses serah terima aset Kopdes mulai berjalan. Namun, tidak semua desa mengambil langkah yang sama.

Sebagian desa sudah siap menerima aset. Di sisi lain, sejumlah kades masih memilih untuk menunda tanda tangan. Mereka ingin semua aturan jelas lebih dulu.

Kades Minta Dasar Hukum yang Jelas

Ketua Paguyuban Kepala Desa Satria Praja Banyumas, Saifuddin, menyebut kondisi tiap desa tidak sama. Karena itu, proses serah terima aset juga berjalan dengan cara yang berbeda.

Menurut dia, kades harus berhati-hati saat menerima aset Kopdes. Sebab, setelah proses serah terima, desa ikut memegang tanggung jawab atas aset itu.

Karena itu, para kades ingin mendapat dasar hukum yang jelas. Mereka juga ingin tahu cara mengelola aset setelah proses serah terima.

Langkah ini bukan berarti mereka menolak program Kopdes. Mereka hanya ingin semua proses punya dasar yang kuat.

Lahan Hijau Jadi Sorotan

Selain soal aturan, status lahan juga menjadi perhatian. Sejumlah lokasi Kopdes berada di area yang masuk zona hijau.

Kondisi ini membuat para kades meminta kejelasan soal tata ruang. Mereka ingin memastikan penggunaan lahan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Jika status lahan belum jelas, kades khawatir muncul masalah pada masa depan. Apalagi, desa akan ikut bertanggung jawab setelah menerima aset.

Karena itu, para kades meminta pihak terkait memberi jalan keluar. Salah satunya berkaitan dengan perubahan fungsi lahan jika aturan memang membutuhkan langkah itu.

Pembangunan Kopdes Capai Sekitar 180 Titik

Di tengah persoalan ini, pembangunan Kopdes di Banyumas terus berjalan. Data yang diterima Saifuddin menunjukkan pembangunan sudah mencapai sekitar 180 titik.

Namun, jumlah Kopdes yang sudah beroperasi masih lebih sedikit. Sekitar 56 koperasi sudah berjalan dan masuk tahap serah terima aset.

Artinya, tiap desa masih berada pada tahap yang berbeda. Ada desa yang sudah punya bangunan dan fasilitas. Ada pula desa yang masih menunggu proses berikutnya.

Selain bangunan, sejumlah Kopdes juga mendapat alat untuk mendukung usaha. Fasilitas itu antara lain truk, mobil pikap, dan kendaraan roda tiga.

Lokasi Sudah Dibahas Lewat Musdes

Penentuan lokasi Kopdes sebelumnya sudah masuk dalam Musyawarah Desa atau Musdes. Dalam forum itu, desa membahas lokasi dan kondisi lahan.

Pembahasan juga mencakup luas tanah serta status lahan. Dengan begitu, desa sudah membahas lokasi sebelum pembangunan berjalan.

Namun, masalah tetap bisa muncul saat proses berjalan. Misalnya, ada lahan yang masuk zona hijau. Ada juga lahan yang masuk zona kuning, tetapi luasnya belum sesuai dengan kebutuhan.

Setelah desa memilih lokasi, proses pembangunan kemudian berjalan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara.

Karena itu, para kades kini ingin melihat kesesuaian antara hasil Musdes, aturan tata ruang, kondisi lahan, dan proses serah terima aset.

Kades Tak Ingin Ada Masalah di Kemudian Hari

Bagi para kades, serah terima aset bukan sekadar tanda tangan. Ada tanggung jawab yang ikut muncul setelah proses itu.

Karena itu, mereka ingin semua data dan aturan jelas. Mereka juga ingin ada panduan yang sama untuk tiap desa.

Dengan cara ini, desa dapat mengelola aset tanpa rasa khawatir. Pengurus Kopdes juga bisa menjalankan usaha dengan arah yang lebih jelas.

Sementara itu, program Kopdes Merah Putih tetap berjalan di Banyumas. Pemerintah dan pihak terkait masih perlu menyelesaikan sejumlah hal sebelum semua desa masuk tahap serah terima.

Pada akhirnya, persoalan ini tidak hanya soal bangunan. Status lahan, aturan tata ruang, dasar hukum, dan cara kelola aset juga menjadi hal penting.

Jika semua poin sudah jelas, proses serah terima aset Kopdes dapat berjalan lebih lancar. Selain itu, desa juga punya dasar yang kuat saat mengelola aset untuk kepentingan warga.

Baca Juga : Australia Perketat Visa Sementara! Mahasiswa Asing Kini Sulit Bawa Keluarga, Ini Aturan Barunya

Loading

Tags: BanyumasKOPDESKopdesMerahPutihSerahTerimaAset
Dilla

Dilla

Artikel Sejenis

Lagirame

Karhutla Makin Disorot! 162 Orang Jadi Tersangka, 95 Korporasi Kini Diusut

19 September 2026
Lagirame

Australia Perketat Visa Sementara! Mahasiswa Asing Kini Sulit Bawa Keluarga, Ini Aturan Barunya

18 September 2026
Lagirame

Minyak Dunia Mulai Melemah! Namun Harga Masih di Atas US$100 per Barrel, Ini Faktor yang Menahannya

18 September 2026
Lagirame

China Naikkan Biaya Visa Warga Jepang 7 Kali Lipat! Ini Tarif Baru dan Alasan di Balik Kebijakan

16 September 2026
Lagirame

Harga Minyak Dunia Tembus US$108! Makin Mahal, Apa yang Jadi Pemicu?

16 September 2026
Lagirame

Media Asing Ramai Soroti Pergantian Menkeu RI! Purbaya Diganti Suahasil, Apa Kata Mereka?

15 September 2026

Berita Terbaru

Karhutla Makin Disorot! 162 Orang Jadi Tersangka, 95 Korporasi Kini Diusut

19 September 2026

Kades Banyumas Ogah Teken Aset Kopdes! Lahan Hijau dan Payung Hukum Jadi Sorotan

19 September 2026

Australia Perketat Visa Sementara! Mahasiswa Asing Kini Sulit Bawa Keluarga, Ini Aturan Barunya

18 September 2026

Minyak Dunia Mulai Melemah! Namun Harga Masih di Atas US$100 per Barrel, Ini Faktor yang Menahannya

18 September 2026

Berita Populer

  • Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramono Anung dan Rano Karno Raih Kemenangan Pilkada DKI Jakarta 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Bekasi Mengadu! Dedi Mulyadi Kaget Dengar Keluhan Soal Uang Jutaan ke Oknum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ridwan Kamil-Suswono Memutuskan Tidak Melaporkan Hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Status BPJS Nonaktif Tapi Masih Ditagih? Ternyata Ini Alasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT. Lensa Garuda Media

Lensagram adalah organisasi media yang berfokus pada bahasan lingkungan, sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Lensagram berawal dari sebuah channel Youtube yang aktif membahas berbagai isu-isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat dan juga mewawancarai sejumlah tokoh.

Ikuti Kami

Artikel Terbaru

Karhutla Makin Disorot! 162 Orang Jadi Tersangka, 95 Korporasi Kini Diusut

19 September 2026

Kades Banyumas Ogah Teken Aset Kopdes! Lahan Hijau dan Payung Hukum Jadi Sorotan

19 September 2026

Australia Perketat Visa Sementara! Mahasiswa Asing Kini Sulit Bawa Keluarga, Ini Aturan Barunya

18 September 2026

Minyak Dunia Mulai Melemah! Namun Harga Masih di Atas US$100 per Barrel, Ini Faktor yang Menahannya

18 September 2026

Kategori Berita

  • Budi Leluhur
  • Dokumenter
  • Healing
  • Lagirame
  • Romansa
  • Suara Mereka
  • Tanpa Dasi
  • Tanpa Kategori
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
  • Informasi Lainnya
    • Login
    • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist