• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
Saturday, 17 October 2026
  • Login
PT. Lensa Garuda Media
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
PT. Lensa Garuda Media
No Result
View All Result
Home Lagirame

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Penerbangan Mendadak Batal! KAI Malah Tambah Kereta

Dilla by Dilla
7 September 2026
in Lagirame
0

Jakarta (Lensagram) – Gunung Anak Krakatau masih erupsi pada Senin, 7 September 2026. Akibatnya, abu vulkanik ikut mengganggu jalur transportasi.

Tak hanya itu, dampak erupsi juga terasa pada jalur udara. Karena itu, sejumlah bandara harus menutup layanan demi jaga keselamatan.

Di sisi lain, KAI mengambil langkah cepat. Untuk itu, operator kereta api menambah layanan menuju Jakarta.

Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan

Gunung Anak Krakatau masih masuk pant=auan petugas. Sementara itu, abu vulkanik terus bergerak sesuai arah angin.

Akibat kondisi ini, jalur pesawat perlu perhatian lebih. Abu vulkanik dapat masuk ke mesin pesawat dan ganggu kerja mesin.

Oleh sebab itu, Kementerian Perhubungan memperpanjang tutup delapan bandara pada 7 September. Langkah ini fokus pada keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Bandara yang masuk daftar antara lain Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Radin Inten II. Selain itu, ada Budiarto, Husein Sastranegara, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu.

Dengan kondisi ini, jadwal pesawat ikut berubah. Karena itu, penumpang perlu cek info dari maskapai sebelum pergi.

Ratusan Penerbangan Kena Dampak

Seiring dengan itu, gangguan abu vulkanik ikut mengubah rencana banyak penumpang. Pada 6 September, Kemenhub mencatat 373 penerbangan kena dampak.

Dari jumlah itu, ada penerbangan yang harus ubah jadwal atau rute. Bahkan, sebagian penumpang perlu mencari moda lain.

Bagi warga yang tetap harus pergi, kereta bisa jadi pilihan. Selain lebih praktis, kereta juga punya jalur darat yang tidak bergantung pada jalur udara.

Karena itu, KAI menambah layanan di sejumlah jalur. Dengan begitu, penumpang punya pilihan lain saat pesawat mengalami gangguan.

KAI Tambah Kereta ke Jakarta

Sebagai langkah awal, menambah KA Gajayana dari Malang menuju Gambir. Kereta ini berangkat dari Stasiun Malang pada Minggu malam, 6 September 2026.

Menurut jadwal, kereta berangkat pukul 20.15 WIB. Kemudian, kereta tiba di Stasiun Gambir pada Senin pagi.

Tak hanya dari Malang, KAI juga menambah kursi dari Surabaya. KA Anggrek mendapat satu kereta kelas eksekutif.

Sementara itu, KA Gumarang mendapat dua kereta ekonomi New Generation. Dengan tambahan tersebut, penumpang punya lebih banyak pilihan menuju Jakarta.

Ada Tambahan Kereta dari Semarang

Selain Malang dan Surabaya, KAI Daop 4 Semarang ikut menambah layanan. Satu KA tambahan melayani rute Semarang Tawang menuju Gambir.

Untuk perjalanan ini, kereta berangkat pukul 20.15 WIB. Kemudian, KAI menyiapkan 570 kursi.

Tak berhenti di sana, KAI juga menambah dua kereta ekonomi pada KA Gumarang. Setiap kereta punya 72 kursi.

Dengan langkah ini, warga punya lebih banyak pilihan. Jadi, mereka tidak harus bergantung pada pesawat untuk pergi ke Jakarta.

Penumpang Perlu Cek Info Terbaru

Meski begitu, kondisi akibat erupsi dapat berubah dalam waktu singkat. Selain itu, arah angin dapat mengubah sebaran abu vulkanik.

Oleh karena itu, calon penumpang perlu cek info sebelum berangkat. Pastikan juga jadwal pesawat atau kereta masih sesuai.

Untuk perjalanan udara, cek info dari maskapai dan bandara. Sementara itu, penumpang kereta bisa cek jadwal dari kanal resmi KAI.

Jika abu muncul, gunakan masker untuk lindungi hidung dan mulut. Selain itu, ikuti arahan petugas di lokasi.

Pemerintah Terus Pantau Anak Gunung Krakatau

Pemerintah masih memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pada saat yang sama, petugas mengawasi arah sebaran abu dan dampaknya.

BNPB juga menyiapkan langkah untuk kurangi dampak erupsi. Salah satunya, BNPB menyiapkan operasi modifikasi cuaca atau OMC jika kondisi mendukung.

Di sisi lain, masyarakat perlu tetap tenang. Namun, warga harus tetap waspada dan mengikuti info resmi.

Pada akhirnya, erupsi Anak Krakatau memang mengganggu perjalanan udara. Meski demikian, tambahan kereta dari KAI memberi pilihan bagi warga.

Jadi, cek info sebelum berangkat. Dengan begitu, kamu bisa memilih moda yang sesuai dengan kondisi dan jadwal terbaru.

Baca Juga : Kasus Berat HAM Belum Tuntas, Komnas HAM Hadapi Bujet Cekak: Apa Solusinya?

Loading

Tags: erupsiGunungAnakKrakatauKAIPenerbanganBatal
Dilla

Dilla

Artikel Sejenis

Dokumenter

Bukan Cuma Masalah Indonesia! Asap Karhutla Jadi Persoalan Bersama ASEAN, Ini Faktanya

15 October 2026
Lagirame

MA AS Izinkan Trump Deportasi Imigran ke Negara Ketiga! Hak Bela Diri Kini Dipertanyakan

30 September 2026
Lagirame

Syarat Pendidikan Gibran Digugat di MK! Dugaan “Pasal Penyelundupan” hingga Pengakuan KPU Terungkap

28 September 2026
Lagirame

Trump Tolak Tawaran Damai Iran! Teheran Diminta Beri Konsesi Nuklir, Ada Apa?

28 September 2026
Lagirame

53 Ribu Orang Kena PHK, Airlangga Buka Suara! Benarkah Lapangan Kerja Justru Bertambah?

25 September 2026
Lagirame

SKCK Bakal Bisa Dicetak Sendiri! Ini Rencana Baru Polri untuk Cegah Pungli

29 September 2026

Berita Terbaru

Bukan Cuma Masalah Indonesia! Asap Karhutla Jadi Persoalan Bersama ASEAN, Ini Faktanya

15 October 2026

Kasus Heat Stroke di Surabaya Meledak! Naik 3 Kali Lipat pada 2026, Apa Penyebabnya?

15 October 2026

Pentagon Siapkan Serangan 3 Hari ke Iran! Apa Target Utama Militer AS dan Dampaknya bagi Dunia?

10 October 2026

Siapa Navi Pillay? Sosok Penerima Nobel Perdamaian 2026 dengan Kiprah Besar dalam Perjuangan HAM

10 October 2026

Berita Populer

  • Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramono Anung dan Rano Karno Raih Kemenangan Pilkada DKI Jakarta 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Bekasi Mengadu! Dedi Mulyadi Kaget Dengar Keluhan Soal Uang Jutaan ke Oknum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ridwan Kamil-Suswono Memutuskan Tidak Melaporkan Hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Status BPJS Nonaktif Tapi Masih Ditagih? Ternyata Ini Alasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT. Lensa Garuda Media

Lensagram adalah organisasi media yang berfokus pada bahasan lingkungan, sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Lensagram berawal dari sebuah channel Youtube yang aktif membahas berbagai isu-isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat dan juga mewawancarai sejumlah tokoh.

Ikuti Kami

Artikel Terbaru

Bukan Cuma Masalah Indonesia! Asap Karhutla Jadi Persoalan Bersama ASEAN, Ini Faktanya

15 October 2026

Kasus Heat Stroke di Surabaya Meledak! Naik 3 Kali Lipat pada 2026, Apa Penyebabnya?

15 October 2026

Pentagon Siapkan Serangan 3 Hari ke Iran! Apa Target Utama Militer AS dan Dampaknya bagi Dunia?

10 October 2026

Siapa Navi Pillay? Sosok Penerima Nobel Perdamaian 2026 dengan Kiprah Besar dalam Perjuangan HAM

10 October 2026

Kategori Berita

  • Budi Leluhur
  • Dokumenter
  • Healing
  • Lagirame
  • Romansa
  • Suara Mereka
  • Tanpa Dasi
  • Tanpa Kategori
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
  • Informasi Lainnya
    • Login
    • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist