• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
Wednesday, 4 November 2026
  • Login
PT. Lensa Garuda Media
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
PT. Lensa Garuda Media
No Result
View All Result
Home Lagirame

Penyadapan Presiden Jadi Sorotan, Loyalitas Pejabat Mulai Dipertanyakan!

Dilla by Dilla
4 November 2026
in Lagirame
0

Jakarta (Lensagram) – Kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan publik. Perkara ini memicu pertanyaan soal loyalitas pejabat negara setelah polisi menetapkan tiga perwira tinggi sebagai tersangka. Selain itu, kasus ini juga menimbulkan kekhawatiran soal keamanan komunikasi di lingkungan pemerintahan.

Bareskrim Polri mengungkap dugaan penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh penting. Target lain mencakup pejabat negara, politikus, jurnalis, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, hingga pengusaha.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Asep Safrudin menjelaskan, dugaan aksi ini berlangsung pada 2025 hingga 2026. Para tersangka diduga memasukkan sejumlah nomor telepon ke sistem penyadapan tanpa mengikuti prosedur yang berlaku.

Tiga Perwira Tinggi Jadi Tersangka

Pada Selasa (3/11/2026), Bareskrim menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka terdiri atas Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Eko Hadi Santoso.

Polisi menduga ketiganya menjalankan penyadapan tanpa prosedur resmi. Selain itu, penyidik juga mengusut dugaan penghapusan data elektronik hasil penyadapan pada Oktober 2026.

Kasus ini menjadi perhatian karena salah satu tersangka pernah menjabat sebagai Kapolri dan kemudian memimpin Kantor Staf Presiden (KSP). Posisi itu membuat perkara ini memunculkan pertanyaan besar tentang pengawasan dan kepercayaan di lingkaran kekuasaan.

Prabowo Minta Polisi Ungkap Kasus Secara Transparan

Presiden Prabowo Subianto meminta Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menangani perkara ini secara objektif dan transparan. Ia ingin polisi mengusut kasus tanpa menutup informasi penting dari proses hukum.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan arahan itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Prasetyo juga menjelaskan bahwa Prabowo mengetahui dugaan penyadapan dari laporan Kapolri. Setelah menerima laporan itu, Presiden memberikan dukungan agar polisi menjalankan proses hukum sesuai aturan.

Selain itu, Prasetyo menyebut pemerintah belum mengetahui tujuan pasti di balik dugaan penyadapan. Karena itu, Istana masih menunggu hasil penyidikan untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap.

Jabatan Kepala Staf Kepresidenan Ikut Berubah

Perkembangan kasus ini juga berdampak pada posisi Kepala Staf Kepresidenan. Presiden Prabowo menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala KSP.

Sebagai pengganti sementara, Prabowo menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Istana dalam merespons perkara yang melibatkan pejabat di lingkungan pemerintahan. Namun, proses hukum tetap harus menguji setiap dugaan dan bukti yang polisi kumpulkan.

Loyalitas Pejabat Jadi Sorotan Publik

Kasus penyadapan Presiden kini memunculkan pertanyaan lebih luas tentang loyalitas, tanggung jawab, dan integritas pejabat negara. Sebab, dugaan penyadapan justru menyeret sejumlah orang yang pernah menduduki posisi penting dalam institusi negara.

Di sisi lain, masyarakat masih menunggu penjelasan soal motif, pihak yang memberi perintah, serta tujuan penggunaan hasil penyadapan. Jawaban atas pertanyaan ini penting untuk memastikan apakah ada penyalahgunaan wewenang dalam perkara ini.

Oleh karena itu, transparansi dan proses hukum yang adil menjadi hal penting. Publik perlu menunggu hasil penyidikan agar tidak menarik kesimpulan sebelum polisi mengungkap seluruh fakta.

Kasus ini bukan hanya soal keamanan komunikasi Presiden. Lebih jauh, perkara ini menjadi ujian bagi kepercayaan publik terhadap pejabat dan lembaga negara.

Baca Juga : Truk Dimodifikasi Jadi Kedok Penimbunan BBM Subsidi! 14 Tersangka Diciduk di Banten

Loading

Tags: ListyoSigitPenyadapanPenyadapanPresidenpolriPrabowoSubianto
Dilla

Dilla

Artikel Sejenis

Lagirame

Demokrat Ungkap Kecurigaan soal Penyadapan, Siapa Lagi yang Jadi Target?

4 November 2026
Dokumenter

Lahar Semeru Menerjang Lumajang! 500 Warga Terdampak, 13 Bangunan Rusak Parah

2 November 2026
Lagirame

Kalimantan dan Sumatera Akhirnya Diguyur Hujan, Akankah Karhutla Mereda?

27 October 2026
Lagirame

Jangan Sampai Ketinggalan! Kini Lokasi Rawan Bencana Bisa Dicek Secara Mandiri

27 October 2026
Dokumenter

Sumatra hingga Papua Tampak Merah! Apa Kaitannya dengan El Niño 2026?

23 October 2026
Lagirame

Kasus Rumah Dinas TNI Disewakan untuk Judol, Letkol Arman Jadi Tersangka

23 October 2026

Berita Terbaru

Demokrat Ungkap Kecurigaan soal Penyadapan, Siapa Lagi yang Jadi Target?

4 November 2026

Penyadapan Presiden Jadi Sorotan, Loyalitas Pejabat Mulai Dipertanyakan!

4 November 2026

Truk Dimodifikasi Jadi Kedok Penimbunan BBM Subsidi! 14 Tersangka Diciduk di Banten

2 November 2026

Lahar Semeru Menerjang Lumajang! 500 Warga Terdampak, 13 Bangunan Rusak Parah

2 November 2026

Berita Populer

  • Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramono Anung dan Rano Karno Raih Kemenangan Pilkada DKI Jakarta 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Bekasi Mengadu! Dedi Mulyadi Kaget Dengar Keluhan Soal Uang Jutaan ke Oknum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Status BPJS Nonaktif Tapi Masih Ditagih? Ternyata Ini Alasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ridwan Kamil-Suswono Memutuskan Tidak Melaporkan Hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT. Lensa Garuda Media

Lensagram adalah organisasi media yang berfokus pada bahasan lingkungan, sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Lensagram berawal dari sebuah channel Youtube yang aktif membahas berbagai isu-isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat dan juga mewawancarai sejumlah tokoh.

Ikuti Kami

Artikel Terbaru

Demokrat Ungkap Kecurigaan soal Penyadapan, Siapa Lagi yang Jadi Target?

4 November 2026

Penyadapan Presiden Jadi Sorotan, Loyalitas Pejabat Mulai Dipertanyakan!

4 November 2026

Truk Dimodifikasi Jadi Kedok Penimbunan BBM Subsidi! 14 Tersangka Diciduk di Banten

2 November 2026

Lahar Semeru Menerjang Lumajang! 500 Warga Terdampak, 13 Bangunan Rusak Parah

2 November 2026

Kategori Berita

  • Budi Leluhur
  • Dokumenter
  • Healing
  • Lagirame
  • Romansa
  • Suara Mereka
  • Tanpa Dasi
  • Tanpa Kategori
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
  • Informasi Lainnya
    • Login
    • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist