• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
Friday, 25 September 2026
  • Login
PT. Lensa Garuda Media
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
PT. Lensa Garuda Media
No Result
View All Result
Home Lagirame

53 Ribu Orang Kena PHK, Airlangga Buka Suara! Benarkah Lapangan Kerja Justru Bertambah?

Dilla by Dilla
25 September 2026
in Lagirame
0

Jakarta (Lensagram) – Jumlah pekerja yang melaporkan terkena PHK mencapai 53.490 orang pada Januari hingga Agustus 2026. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil data ini dari sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Angka itu naik 9.685 orang dari data Januari hingga Juli 2026. Saat itu, Kemnaker mencatat 43.805 pekerja masuk dalam laporan PHK.

Kabar ini pun mendapat perhatian. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ikut memberi tanggapan pada Jumat, 25 September 2026.

Airlangga mengatakan pemerintah akan terus melihat kondisi pasar kerja. Selain itu, pemerintah juga akan melihat sektor mana yang paling banyak mengalami PHK.

Namun, Airlangga menyebut jumlah lapangan kerja baru secara nasional masih lebih besar daripada jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan.

PHK Capai 53.490 Orang

Kemnaker mencatat 53.490 pekerja melaporkan PHK lewat sistem JKP selama delapan bulan pertama 2026.

Meski angkanya cukup besar, data ini masih bisa berubah. Sebab, pekerja yang kena PHK masih punya waktu hingga enam bulan untuk mengajukan klaim JKP.

Karena itu, Kemnaker menyebut data PHK dalam enam bulan terakhir masih dinamis. Data juga bisa berubah saat sistem menerima laporan baru atau koreksi data.

Selain itu, Kemnaker tidak memasukkan semua alasan berakhirnya kerja ke dalam data PHK JKP. Pekerja yang mengundurkan diri, pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia tidak masuk dalam data ini.

Airlangga: Lapangan Kerja Baru Masih Lebih Banyak

Di tengah naiknya angka PHK, Airlangga memberi penjelasan soal kondisi pasar kerja.

Saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 25 September 2026, Airlangga mengatakan pemerintah akan melihat sektor yang paling banyak mengalami PHK.

Ia juga menyebut total penciptaan lapangan kerja baru secara nasional masih lebih besar.

Dengan kata lain, pemerintah melihat pasar kerja dari dua sisi. Ada pekerja yang kehilangan pekerjaan. Namun, pada saat yang sama, ada pula lapangan kerja baru yang tumbuh.

Jawa Barat Catat PHK Terbanyak

Data Kemnaker juga menunjukkan perbedaan jumlah PHK antarwilayah.

Jawa Barat mencatat angka paling tinggi, yakni 10.880 pekerja. Jumlah ini mencapai sekitar 20,34 persen dari total laporan PHK nasional.

Setelah itu, Banten mencatat 6.303 pekerja. Jawa Timur menyusul dengan 5.400 pekerja.

Kemudian, Jawa Tengah mencatat 4.769 pekerja. Sementara itu, DKI Jakarta mencatat 3.900 pekerja.

Data ini menunjukkan bahwa laporan PHK tidak hanya muncul di satu wilayah. Sejumlah daerah dengan aktivitas ekonomi dan industri yang besar juga mencatat angka PHK cukup tinggi.

Juni Jadi Bulan dengan Laporan PHK Tertinggi

Jika melihat data per bulan, Juni 2026 mencatat jumlah laporan PHK paling tinggi.

Pada bulan itu, Kemnaker mencatat 9.028 pekerja melaporkan PHK. Angka ini sedikit di atas Mei yang mencapai 9.019 pekerja.

Selanjutnya, April mencatat 8.498 pekerja. Februari mencapai 7.913 pekerja. Lalu, Maret mencapai 7.187 pekerja.

Januari mencatat 5.967 pekerja. Setelah itu, Juli mencapai 4.897 pekerja. Sementara Agustus mencatat 981 pekerja.

Namun, angka Agustus perlu dibaca dengan hati-hati. Data enam bulan terakhir masih bisa berubah karena pekerja masih punya waktu untuk mengajukan klaim JKP.

PHK Naik, tetapi Pasar Kerja Tetap Bergerak

Angka PHK memang menjadi perhatian. Namun, data ini belum cukup untuk melihat kondisi pasar kerja secara utuh.

Airlangga menyebut penciptaan lapangan kerja baru masih lebih besar secara nasional. Pernyataan ini menjadi bagian dari gambaran pemerintah tentang kondisi tenaga kerja saat ini.

Di sisi lain, data PHK dari sistem JKP hanya mencakup pekerja yang melaporkan PHK lewat sistem itu. Jadi, angka 53.490 orang bukan angka yang secara otomatis menggambarkan seluruh PHK di Indonesia.

Karena itu, pembaca perlu melihat data ini sesuai sumber dan cakupannya.

Data PHK Masih Bisa Berubah

Kemnaker memberi catatan penting soal data PHK 2026. Pekerja masih dapat mengajukan klaim JKP sampai enam bulan setelah tanggal PHK.

Selain itu, sistem juga dapat menerima pembaruan dan koreksi data. Karena itu, angka dalam laporan baru bisa berbeda dari laporan sebelumnya.

Dengan begitu, angka 53.490 orang masih perlu dibaca sebagai data berjalan. Angka akhir dapat berubah setelah proses pembaruan data selesai.

Jadi, Apakah Lapangan Kerja Bertambah?

Pernyataan Airlangga menyebut penciptaan lapangan kerja baru secara nasional masih lebih besar daripada jumlah pekerja yang terkena PHK. Namun, pemerintah juga masih memantau sektor dan wilayah yang mengalami banyak PHK.

Jadi, kenaikan PHK dan penciptaan lapangan kerja baru dapat terjadi pada waktu yang sama. Keduanya tidak otomatis saling bertentangan.

Yang perlu diperhatikan adalah sumber data, periode waktu, dan cakupan tiap angka. Dengan cara ini, masyarakat bisa melihat kondisi pasar kerja secara lebih utuh.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 53.490 pekerja melaporkan PHK lewat sistem JKP. Sementara itu, Airlangga menyebut penciptaan lapangan kerja baru secara nasional masih lebih besar. Data PHK juga masih bisa berubah karena proses pembaruan laporan.

Baca Juga : Dinkes DKI Ingatkan Warga! Jangan Sedikit-sedikit Beli Obat di Warung, Ini Risikonya

Loading

Tags: AirlanggaHartartoBeritaEkonomikemnakerKetenagakerjaanPHK
Dilla

Dilla

Artikel Sejenis

Lagirame

SKCK Bakal Bisa Dicetak Sendiri! Ini Rencana Baru Polri untuk Cegah Pungli

23 September 2026
Lagirame

Karhutla Makin Disorot! 162 Orang Jadi Tersangka, 95 Korporasi Kini Diusut

19 September 2026
Lagirame

Kades Banyumas Ogah Teken Aset Kopdes! Lahan Hijau dan Payung Hukum Jadi Sorotan

19 September 2026
Lagirame

Australia Perketat Visa Sementara! Mahasiswa Asing Kini Sulit Bawa Keluarga, Ini Aturan Barunya

18 September 2026
Lagirame

Minyak Dunia Mulai Melemah! Namun Harga Masih di Atas US$100 per Barrel, Ini Faktor yang Menahannya

18 September 2026
Lagirame

China Naikkan Biaya Visa Warga Jepang 7 Kali Lipat! Ini Tarif Baru dan Alasan di Balik Kebijakan

16 September 2026

Berita Terbaru

53 Ribu Orang Kena PHK, Airlangga Buka Suara! Benarkah Lapangan Kerja Justru Bertambah?

25 September 2026

Dinkes DKI Ingatkan Warga! Jangan Sedikit-sedikit Beli Obat di Warung, Ini Risikonya

25 September 2026

Said Abdullah Buka Suara soal RUU Omnibus Law Keuangan, Kenapa Belum Dianggap Perlu?

23 September 2026

SKCK Bakal Bisa Dicetak Sendiri! Ini Rencana Baru Polri untuk Cegah Pungli

23 September 2026

Berita Populer

  • Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramono Anung dan Rano Karno Raih Kemenangan Pilkada DKI Jakarta 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Bekasi Mengadu! Dedi Mulyadi Kaget Dengar Keluhan Soal Uang Jutaan ke Oknum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ridwan Kamil-Suswono Memutuskan Tidak Melaporkan Hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Status BPJS Nonaktif Tapi Masih Ditagih? Ternyata Ini Alasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT. Lensa Garuda Media

Lensagram adalah organisasi media yang berfokus pada bahasan lingkungan, sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Lensagram berawal dari sebuah channel Youtube yang aktif membahas berbagai isu-isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat dan juga mewawancarai sejumlah tokoh.

Ikuti Kami

Artikel Terbaru

53 Ribu Orang Kena PHK, Airlangga Buka Suara! Benarkah Lapangan Kerja Justru Bertambah?

25 September 2026

Dinkes DKI Ingatkan Warga! Jangan Sedikit-sedikit Beli Obat di Warung, Ini Risikonya

25 September 2026

Said Abdullah Buka Suara soal RUU Omnibus Law Keuangan, Kenapa Belum Dianggap Perlu?

23 September 2026

SKCK Bakal Bisa Dicetak Sendiri! Ini Rencana Baru Polri untuk Cegah Pungli

23 September 2026

Kategori Berita

  • Budi Leluhur
  • Dokumenter
  • Healing
  • Lagirame
  • Romansa
  • Suara Mereka
  • Tanpa Dasi
  • Tanpa Kategori
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
  • Informasi Lainnya
    • Login
    • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist