Jakarta (Lensagram) – JRF 2026 karhutla menjadi sorotan saat Rika Shahab, pelari asal Bekasi, membawa pesan kampanye lingkungan dalam ajang Jakarta Running Festival 2026. Rika mengikuti kategori lari 10 kilometer (10K) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu (25/10/2026).
Namun, Rika tidak hanya ingin menyelesaikan lomba. Ia juga ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setelah mencapai garis finis, ia berpose bersama anaknya sambil membawa poster bertuliskan, “Cukup Mommy-ku yang Menyala, Karhutla Jangan!”
JRF 2026 Karhutla Jadi Ajang Kampanye Lingkungan
Rika mengaku baru mulai menekuni kegiatan lari pada 2026. Ia beberapa kali berlari bersama komunitas Bekasi Runners. Akan tetapi, membawa poster kampanye lingkungan dalam ajang lari menjadi pengalaman pertamanya.
Sebelumnya, Rika lebih sering menyemangati pelari lain, termasuk dengan menunggu mereka di garis finis. Kali ini, ia ingin menggabungkan olahraga dengan pesan kepedulian terhadap karhutla.
Rika juga menyiapkan kampanye ini bersama komunitas Bekasi Runners. Meski membawa misi tambahan, ia mengaku tidak mengalami kendala berarti selama mengikuti kategori 10K. Ia bahkan menilai banyaknya tempat pengisian air atau water station membantu peserta selama lomba.
Pelari JRF 2026 Ajak Masyarakat Peduli Karhutla
Aksi Rika mendapat dukungan dari Fawaz, peserta berusia 25 tahun yang melihat poster kampanye tersebut. Menurut Fawaz, ajang lari dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan sosial dan lingkungan.
Ia menilai peserta tidak harus berlari hanya untuk menjaga kebugaran atau mengejar catatan waktu. Mereka juga bisa memakai kegiatan ini untuk menyampaikan kepedulian terhadap masalah yang dihadapi masyarakat.
Dukungan ini menunjukkan bahwa kampanye lingkungan dapat menjangkau publik melalui kegiatan olahraga. Selain mengajak orang hidup aktif, para peserta juga bisa menyebarkan pesan tentang pentingnya menjaga alam.
Karhutla Berdampak pada Kehidupan Masyarakat
Fawaz juga menyampaikan keprihatinan terhadap masyarakat yang terdampak karhutla. Menurutnya, warga di wilayah terdampak harus menghadapi asap dan gangguan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia membandingkan kondisi itu dengan pengalaman peserta yang masih bisa berolahraga di Jakarta. Meski kualitas udara Ibu Kota belum sepenuhnya bersih, warga masih memiliki kesempatan untuk menikmati kegiatan luar ruang.
Karena itu, Fawaz berharap kepedulian terhadap korban karhutla tidak berhenti pada kampanye di ajang olahraga. Ia ingin masyarakat memberi perhatian lebih besar pada upaya menjaga hutan dan mencegah kebakaran.
JRF 2026 Buktikan Olahraga Bisa Bawa Pesan Sosial
Kampanye Rika Shahab menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi ruang untuk menyuarakan isu lingkungan. Melalui poster sederhana, ia mengajak pelari dan warga yang hadir untuk lebih peduli terhadap karhutla.
Selain itu, dukungan Fawaz memperlihatkan bahwa pesan lingkungan dapat menarik perhatian peserta lain. Ajang lari pun bisa menjadi sarana untuk menyampaikan kepedulian sosial kepada khalayak yang lebih luas.
Dengan demikian, JRF 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan fisik. Kegiatan ini juga memberi ruang bagi peserta untuk membawa pesan yang bermakna bagi masyarakat.
Menjaga hutan membutuhkan kepedulian bersama. Melalui aksi sederhana, masyarakat dapat ikut menyuarakan pentingnya mencegah karhutla dan melindungi lingkungan.
Baca Juga: Siang Panas, Malam Tetap Gerah! Benarkah Jakarta Terjebak Urban Heat Island?
![]()












