• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
Tuesday, 8 September 2026
  • Login
PT. Lensa Garuda Media
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
PT. Lensa Garuda Media
No Result
View All Result
Home Lagirame

Yusril Bongkar Perubahan Besar Hukum Pidana: Orientasi Pemidanaan Bakal Berubah Total?

Dilla by Dilla
8 September 2026
in Lagirame
0

Jakarta (Lensagram) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra bicara soal arah baru hukum pidana Indonesia.

Yusril menilai hukum pidana kini masuk masa transisi. Menurut dia, masa ini membawa perubahan besar dalam cara negara memberi hukuman.

Hukuman Tak Lagi Jadi Fokus Utama

Selama ini, hukum pidana sering fokus pada hukuman. Negara memberi sanksi setelah orang melanggar hukum.

Namun, arah baru mulai berubah. Sistem pidana kini juga melihat sisi cegah, pulih, dan lindungi.

Yusril menjelaskan hal ini dalam forum 36th Presidents of Law Associations in Asia (POLA) Summit di Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Menurut Yusril, hukum pidana harus tetap memberi rasa adil. Di sisi lain, sistem hukum juga perlu menjaga hak dan martabat manusia.

Ada Empat Tantangan Besar

Selain soal hukuman, Yusril juga menyoroti tantangan hukum saat ini.

Pertama, negara harus punya aturan untuk tindak pidana oleh badan usaha.

Kedua, aparat harus mampu menangani kejahatan siber. Teknologi terus maju. Karena itu, aturan hukum juga harus ikut bergerak.

Ketiga, negara perlu menangani kejahatan uang lintas negara. Kasus seperti ini sering melibatkan banyak pihak.

Keempat, aparat hukum perlu memperkuat kerja sama antarnegara.

Dengan cara ini, negara bisa melacak aliran dana. Pada saat yang sama, negara tetap harus menjaga kegiatan usaha yang sah.

Kejahatan Siber Makin Rumit

Perkembangan teknologi ikut mengubah bentuk kejahatan. Pelaku kini bisa memakai ruang digital untuk menyerang korban.

Karena itu, hukum siber perlu terus menyesuaikan diri. Namun, perubahan aturan tetap harus menjaga asas hukum.

Selain itu, aparat harus menghormati hak asasi manusia. Negara juga perlu memberi sanksi yang sesuai dengan tingkat pelanggaran.

Dengan begitu, penegakan hukum tetap tegas tanpa mengabaikan hak warga.

Kerja Sama Antarnegara Jadi Kunci

Kejahatan lintas negara punya pola yang rumit. Pelaku bisa berada di satu negara. Uang atau korban bisa berada di negara lain.

Oleh karena itu, aparat perlu bekerja sama dengan negara lain. Kerja sama ini juga butuh rasa percaya.

Yusril menilai dunia hukum harus menjaga nama baik sistem peradilan Indonesia. Profesionalitas dan sikap mandiri menjadi bagian penting dalam proses ini.

Yusril Tekankan Batas Wewenang

Selanjutnya, Yusril juga bicara soal kerja sama antar lembaga negara.

Menurut dia, kerja sama tetap harus menjaga batas tugas tiap lembaga. Koordinasi bukan alasan untuk mencampuri tugas lembaga lain.

Yusril juga menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh mengganggu sikap mandiri lembaga peradilan.

Artinya, pemerintah bisa bekerja sama dengan aparat hukum. Namun, kerja sama itu tetap punya batas.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Perubahan arah hukum pidana bisa memberi dampak bagi masyarakat.

Sistem hukum tidak hanya melihat soal hukuman. Negara juga melihat upaya cegah dan pulih.

Selain itu, negara ingin memberi perlindungan yang lebih baik. Sistem hukum juga harus menghormati hak setiap orang.

Dengan begitu, hukum pidana bisa punya tujuan yang lebih luas.

Hukuman tetap penting. Namun, negara juga perlu melihat cara mencegah kasus yang sama.

Hukum Pidana Masuk Arah Baru

Pernyataan Yusril menunjukkan perubahan dalam cara melihat hukum pidana.

Kini, negara tidak hanya bicara soal sanksi. Negara juga bicara soal cegah, pulih, lindungi, dan adil.

Di sisi lain, teknologi dan kejahatan lintas negara memberi tantangan baru.

Karena itu, Indonesia perlu terus memperkuat aturan dan kerja sama hukum.

Pada akhirnya, sistem pidana harus tetap tegas. Namun, sistem itu juga harus adil dan menghormati martabat manusia.

Baca Juga : Permintaan Listrik Naik, Perform Pembangkit Malah Turun! Apa yang Terjadi di Tengah Krisis Iklim?

Loading

Tags: HukumPidanaKUHPPemidanaanYusril
Dilla

Dilla

Artikel Sejenis

Lagirame

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta! BNPB Siapkan OMC, Ini Cara Kerjanya

7 September 2026
Lagirame

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Penerbangan Mendadak Batal! KAI Malah Tambah Kereta

7 September 2026
Lagirame

Kasus Berat HAM Belum Tuntas, Komnas HAM Hadapi Bujet Cekak: Apa Solusinya?

4 September 2026
Lagirame

RUU Ketenagakerjaan Jadi Sorotan! Menaker Ungkap Harapan Besar untuk Pekerja dan Pengusaha

3 September 2026
Lagirame

Hutan Terbakar, Satwa Endemik Terancam! DPR Ungkap Bahaya Besar di Balik Karhutla

3 September 2026
Lagirame

Waktu Mepet, Revisi UU Pemilu Terancam Jadi Sorotan! Sengketa hingga Politik Uang Mengintai

2 September 2026

Berita Terbaru

Yusril Bongkar Perubahan Besar Hukum Pidana: Orientasi Pemidanaan Bakal Berubah Total?

8 September 2026

Permintaan Listrik Naik, Perform Pembangkit Malah Turun! Apa yang Terjadi di Tengah Krisis Iklim?

8 September 2026

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta! BNPB Siapkan OMC, Ini Cara Kerjanya

7 September 2026

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Penerbangan Mendadak Batal! KAI Malah Tambah Kereta

7 September 2026

Berita Populer

  • Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramono Anung dan Rano Karno Raih Kemenangan Pilkada DKI Jakarta 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Bekasi Mengadu! Dedi Mulyadi Kaget Dengar Keluhan Soal Uang Jutaan ke Oknum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ridwan Kamil-Suswono Memutuskan Tidak Melaporkan Hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Status BPJS Nonaktif Tapi Masih Ditagih? Ternyata Ini Alasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT. Lensa Garuda Media

Lensagram adalah organisasi media yang berfokus pada bahasan lingkungan, sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Lensagram berawal dari sebuah channel Youtube yang aktif membahas berbagai isu-isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat dan juga mewawancarai sejumlah tokoh.

Ikuti Kami

Artikel Terbaru

Yusril Bongkar Perubahan Besar Hukum Pidana: Orientasi Pemidanaan Bakal Berubah Total?

8 September 2026

Permintaan Listrik Naik, Perform Pembangkit Malah Turun! Apa yang Terjadi di Tengah Krisis Iklim?

8 September 2026

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta! BNPB Siapkan OMC, Ini Cara Kerjanya

7 September 2026

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Penerbangan Mendadak Batal! KAI Malah Tambah Kereta

7 September 2026

Kategori Berita

  • Budi Leluhur
  • Dokumenter
  • Healing
  • Lagirame
  • Romansa
  • Suara Mereka
  • Tanpa Dasi
  • Tanpa Kategori
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
  • Informasi Lainnya
    • Login
    • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist