• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
Saturday, 3 October 2026
  • Login
PT. Lensa Garuda Media
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
PT. Lensa Garuda Media
No Result
View All Result
Home Tanpa Kategori

Pentagon Bikin Komando Perang Robot 2050! Kenapa Elon Musk Disebut Bakal Memimpin?

Dilla by Dilla
3 October 2026
in Tanpa Kategori
0

Jakarta (Lensagram) — Pentagon mulai menyiapkan langkah baru untuk menghadapi perang masa depan. Amerika Serikat berencana membentuk Autonomous Warfare Command (AutoWarCom) yang fokus pada sistem otonom dan robotik.

Di saat yang sama, nama Elon Musk ikut mencuri perhatian. Namun, Musk tidak memimpin AutoWarCom. Ia justru mendapat peran dalam Project Meridian, proyek Pentagon yang mengkaji bentuk perang dan teknologi militer pada masa depan.

Langkah ini muncul saat Pentagon ingin mempercepat pengembangan drone, robot, kecerdasan buatan (AI), dan sistem tanpa awak. Karena itu, arah perang pada 2030, 2050, bahkan 2100 mulai masuk dalam kajian.

Pentagon Siapkan AutoWarCom

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan rencana pembentukan Autonomous Warfare Command pada 30 September 2026 di Marine Corps Base Quantico, Virginia.

Komando baru ini akan menjadi struktur komando tempur bintang empat. Fokusnya mencakup pengembangan dan penggunaan sistem otonom serta robotik di seluruh angkatan bersenjata AS.

Selain itu, Pentagon ingin mempercepat proses uji, pengembangan, dan penggunaan sistem tanpa awak di udara, laut, dan darat.

Rencana ini menunjukkan bahwa Pentagon ingin memperluas peran teknologi dalam operasi militer. Namun, pembentukan komando ini masih membutuhkan proses lebih lanjut, termasuk persetujuan Kongres. Target awalnya mengarah pada pembentukan pada 2027.

Lalu, Apa Peran Elon Musk?

Nama Elon Musk muncul lewat Project Meridian. Hegseth menunjuk Musk untuk ikut memimpin proyek ini bersama Palmer Luckey, pendiri Anduril Industries, dan Newt Gingrich, mantan Ketua DPR AS.

Project Meridian memiliki waktu sekitar 120 hari untuk mengkaji masa depan perang. Tim ini akan melihat teknologi dan kemampuan yang mungkin dibutuhkan militer AS dalam konflik mendatang.

Dengan demikian, peran Musk lebih tepat sebagai bagian dari tim kajian. Ia bukan pemimpin AutoWarCom.

Perang 2050 Masuk Dalam Kajian

Project Meridian tidak hanya membahas perang saat ini. Palmer Luckey mengatakan tim juga akan memikirkan konflik yang mungkin muncul pada 2030, 2050, dan 2100.

Karena itu, kajian ini akan melihat teknologi yang perlu AS bangun sejak sekarang. Robotika, AI, sistem otonom, senjata energi, dan teknologi lain masuk dalam ruang kajian.

Pentagon ingin mengetahui kemampuan apa yang perlu mereka kembangkan untuk menghadapi medan perang yang terus berubah. Dengan cara ini, pemerintah AS berharap dapat membuat rencana teknologi untuk kebutuhan militer jangka panjang.

Musk Punya Hubungan dengan Teknologi Robot

Keterlibatan Musk juga menarik karena Tesla tengah mengembangkan robot humanoid Optimus. Sementara itu, SpaceX milik Musk juga memiliki kerja sama dengan pemerintah AS dalam bidang peluncuran untuk misi keamanan nasional.

Namun, hubungan ini tidak berarti Tesla atau SpaceX akan memimpin AutoWarCom. Project Meridian dan AutoWarCom merupakan dua inisiatif yang berbeda.

Karena itu, penyebutan Musk sebagai calon pemimpin komando perang robot perlu dilihat secara hati-hati. Fakta yang ada saat ini menunjukkan Musk masuk dalam tim yang mengkaji masa depan perang, bukan sebagai komandan AutoWarCom.

Pentagon Kejar Teknologi Perang Masa Depan

Pentagon kini mendorong perubahan besar dalam penggunaan teknologi militer. Drone, robot, AI, dan sistem otonom menjadi bagian penting dari rencana itu.

Sementara itu, Project Meridian akan memberi gambaran tentang teknologi yang mungkin dibutuhkan dalam jangka panjang. Tim ini punya waktu 120 hari untuk menyusun hasil kajian.

Dengan dua langkah ini, Pentagon mulai menyusun arah baru untuk menghadapi perubahan teknologi perang. Tahun 2050 pun ikut masuk dalam pembahasan, meski kebutuhan dan bentuk perang masa depan masih sulit dipastikan.

Baca Juga : Tak Perlu Bolak-Balik! Pramono Ingin SIM dan Paspor Bisa Langsung Dicetak di MPP

Loading

Tags: AutonomousWarfareElonMuskPentagonPerangMasaDepan
Dilla

Dilla

Artikel Sejenis

Tanpa Kategori

Tak Perlu Bolak-Balik! Pramono Ingin SIM dan Paspor Bisa Langsung Dicetak di MPP

3 October 2026
Tanpa Kategori

Usai Bobol Portal Australia, AI OpenAI Bergerak Lagi! Website AS dan PBB Jadi Sasaran Berikutnya

2 October 2026
Tanpa Kategori

Pemerintah Ambil Alih Utang Whoosh! Benarkah Keuangan WIKA Bisa Segera Pulih?

1 October 2026
Tanpa Kategori

Kapal Tradisional Terancam? DPRD Ingatkan Pramono soal Rencana TransJakarta ke Kepulauan Seribu

1 October 2026
Tanpa Kategori

Data Center AI Bakal Dibangun di Jatiluhur! Benarkah Bisa Picu Kekeringan? Ini Kata Pakar

30 September 2026
Tanpa Kategori

RUU Perampasan Aset Makin Disorot! Pakar Jelaskan Kenapa Illicit Enrichment Tak Perlu Diatur

29 September 2026

Berita Terbaru

Pentagon Bikin Komando Perang Robot 2050! Kenapa Elon Musk Disebut Bakal Memimpin?

3 October 2026

Tak Perlu Bolak-Balik! Pramono Ingin SIM dan Paspor Bisa Langsung Dicetak di MPP

3 October 2026

Usai Bobol Portal Australia, AI OpenAI Bergerak Lagi! Website AS dan PBB Jadi Sasaran Berikutnya

2 October 2026

Pemerintah Ambil Alih Utang Whoosh! Benarkah Keuangan WIKA Bisa Segera Pulih?

1 October 2026

Berita Populer

  • Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramono Anung dan Rano Karno Raih Kemenangan Pilkada DKI Jakarta 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Bekasi Mengadu! Dedi Mulyadi Kaget Dengar Keluhan Soal Uang Jutaan ke Oknum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ridwan Kamil-Suswono Memutuskan Tidak Melaporkan Hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Status BPJS Nonaktif Tapi Masih Ditagih? Ternyata Ini Alasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT. Lensa Garuda Media

Lensagram adalah organisasi media yang berfokus pada bahasan lingkungan, sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Lensagram berawal dari sebuah channel Youtube yang aktif membahas berbagai isu-isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat dan juga mewawancarai sejumlah tokoh.

Ikuti Kami

Artikel Terbaru

Pentagon Bikin Komando Perang Robot 2050! Kenapa Elon Musk Disebut Bakal Memimpin?

3 October 2026

Tak Perlu Bolak-Balik! Pramono Ingin SIM dan Paspor Bisa Langsung Dicetak di MPP

3 October 2026

Usai Bobol Portal Australia, AI OpenAI Bergerak Lagi! Website AS dan PBB Jadi Sasaran Berikutnya

2 October 2026

Pemerintah Ambil Alih Utang Whoosh! Benarkah Keuangan WIKA Bisa Segera Pulih?

1 October 2026

Kategori Berita

  • Budi Leluhur
  • Dokumenter
  • Healing
  • Lagirame
  • Romansa
  • Suara Mereka
  • Tanpa Dasi
  • Tanpa Kategori
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
  • Informasi Lainnya
    • Login
    • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist