• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
Wednesday, 9 September 2026
  • Login
PT. Lensa Garuda Media
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
PT. Lensa Garuda Media
No Result
View All Result
Home Tanpa Kategori

Mengejutkan! Pendiri Google Setor Rp1,8 Triliun ke “Ormas”, Benarkah Demi Lolos dari Pajak Orang Kaya?

Dilla by Dilla
12 August 2026
in Tanpa Kategori
0
Mengejutkan! Pendiri Google Setor Rp1,8 Triliun ke “Ormas”, Benarkah Demi Lolos dari Pajak Orang Kaya?

Jakarta (Lensagram) — Pendiri Google, Sergey Brin, menjadi sorotan setelah menggelontorkan dana dalam jumlah fantastis untuk melawan rencana pajak kekayaan bagi miliarder di California, Amerika Serikat (AS).

Jumlahnya disebut mencapai US$82 juta atau sekitar Rp1,8 triliun. Namun, dana tersebut bukan disetorkan kepada organisasi masyarakat (ormas) dalam pengertian umum. Dana itu mengalir ke sebuah komite politik bernama Building a Better California yang berkampanye menentang pajak miliarder.

Sergey Brin Habiskan Rp1,8 Triliun

Sergey Brin, salah satu pendiri Google, tercatat sebagai penyumbang terbesar dalam upaya menggagalkan kebijakan pajak tersebut. Berdasarkan laporan media AS, kontribusi Brin ke kelompok penentang pajak telah mencapai US$82 juta.

Dana itu digunakan untuk mendukung kampanye politik yang berupaya menghentikan rencana penerapan pajak kekayaan di California. Menariknya, Brin tidak sendirian. Sejumlah tokoh teknologi dan investor lainnya juga ikut menggelontorkan dana untuk menentang kebijakan tersebut. Karena itu, perdebatan soal pajak miliarder di California semakin panas.

Pajak Miliarder California Jadi Sorotan

Lalu, kebijakan apa yang sebenarnya ditentang Brin? California mengajukan Proposition 40, yaitu pajak kekayaan satu kali sebesar 5 persen bagi penduduk California dengan kekayaan bersih lebih dari US$1 miliar. Jika diterapkan, kebijakan tersebut akan menyasar sekitar 200 miliarder. Para pendukung kebijakan memperkirakan pajak itu dapat menghasilkan sekitar US$100 miliar untuk California.

Sebagian besar dana tersebut direncanakan untuk mendukung layanan kesehatan. Sementara itu, sebagian lainnya akan digunakan untuk pendidikan serta program bantuan pangan. Dengan demikian, pemerintah dan pendukung kebijakan melihat pajak tersebut sebagai salah satu cara untuk memperkuat pendanaan layanan publik.

Mengapa Para Miliarder Menolaknya?

Di sisi lain, kelompok penentang memiliki alasan berbeda. Mereka menilai pajak kekayaan dapat mendorong miliarder meninggalkan California. Jika banyak orang kaya pindah ke negara bagian lain, penerimaan pajak California justru berpotensi berkurang.

Gubernur California Gavin Newsom juga menentang kebijakan tersebut. Salah satu kekhawatirannya adalah kemungkinan keluarnya para miliarder dan berkurangnya penerimaan pajak dalam jangka panjang.

Namun, pendukung pajak membantah kekhawatiran tersebut. Mereka menilai negara bagian membutuhkan sumber dana baru untuk menghadapi tekanan anggaran dan pembiayaan layanan kesehatan. Karena itu, kedua kubu kini terus berusaha meyakinkan masyarakat California menjelang pemungutan suara.

Apakah Benar Demi Menghindari Pajak?

Pertanyaan ini kemudian menjadi bagian paling menarik dari polemik tersebut. Brin memang mengeluarkan dana besar untuk menentang pajak miliarder. Namun, tidak tepat jika langsung menyimpulkan bahwa pembayaran tersebut merupakan cara untuk menghindari pajak secara ilegal.

Faktanya, dana tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas politik yang bertujuan menggagalkan kebijakan pajak. Jadi, konteksnya adalah perlawanan politik terhadap kebijakan pajak, bukan bukti bahwa Brin melakukan penghindaran pajak secara ilegal. Dengan kata lain, isu tersebut lebih tepat dipahami sebagai pertarungan politik dan ekonomi antara kelompok miliarder dengan pihak yang ingin meningkatkan pajak kekayaan.

Perdebatan Makin Panas

Kasus Sergey Brin menunjukkan betapa besar kepentingan ekonomi di balik rencana pajak miliarder California. Di satu sisi, pendukung pajak ingin mengumpulkan dana besar untuk membiayai layanan publik. Di sisi lain, para miliarder khawatir kebijakan tersebut dapat mengurangi daya tarik California sebagai pusat teknologi dan bisnis.

Sementara itu, besarnya dana yang dikeluarkan Brin membuat isu ini semakin mendapat perhatian. US$82 juta atau sekitar Rp1,8 triliun bukan jumlah kecil untuk sebuah pertarungan kebijakan.

Pada akhirnya, publik California yang akan menentukan arah kebijakan tersebut. Jika pajak disetujui, para miliarder akan menghadapi kewajiban baru. Sebaliknya, jika ditolak, upaya kelompok penentang seperti yang didukung Brin akan mendapatkan kemenangan besar.

Yang jelas, kisah ini memperlihatkan bahwa pertarungan soal pajak orang superkaya bukan sekadar urusan angka, tetapi juga menyangkut kekuatan politik, kepentingan bisnis, dan masa depan kebijakan ekonomi California.

Baca Juga : Bikin Heboh! Jutaan Buku Fisik Dihancurkan Perusahaan AI, Apa Sebenarnya Tujuan di Balik Keputusan Ini?

Loading

Tags: EkonomiGlobalgoogleGoogleFounderPajakOrangKaya
Dilla

Dilla

Artikel Sejenis

Tanpa Kategori

Obligasi DKI Jadi Sorotan! Kemenkeu dan Pemprov DKI Diminta Duduk Bersama, Ada Apa?

9 September 2026
Tanpa Kategori

Permintaan Listrik Naik, Perform Pembangkit Malah Turun! Apa yang Terjadi di Tengah Krisis Iklim?

8 September 2026
Tanpa Kategori

Aplikasi SIAPKerja Kemnaker Bikin Akses Layanan Ketenagakerjaan Makin Mudah, Ada Apa Saja?

4 September 2026
Tanpa Kategori

AI Tak Lagi Cuma Menjawab! Anthropic Siapkan Standar agar AI Bisa Kendalikan Perangkat

1 September 2026
Tanpa Kategori

Menkes Buka Bocoran! Warga RI Bakal Punya ‘M-Banking’ untuk Riwayat Kesehatan

1 September 2026
Demo 27 Agustus Makin Disorot! 4 Kelompok Akan Gelar Aksi di Gedung DPR, Ini Isu yang Mereka Bawa
Tanpa Kategori

Demo 27 Agustus Makin Disorot! 4 Kelompok Akan Gelar Aksi di Gedung DPR, Ini Isu yang Mereka Bawa

27 August 2026

Berita Terbaru

Harta Warga Bisa Disita Sembarangan? DPR Buka Suara soal RUU Perampasan Aset

9 September 2026

Obligasi DKI Jadi Sorotan! Kemenkeu dan Pemprov DKI Diminta Duduk Bersama, Ada Apa?

9 September 2026

Yusril Bongkar Perubahan Besar Hukum Pidana: Orientasi Pemidanaan Bakal Berubah Total?

8 September 2026

Permintaan Listrik Naik, Perform Pembangkit Malah Turun! Apa yang Terjadi di Tengah Krisis Iklim?

8 September 2026

Berita Populer

  • Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramono Anung dan Rano Karno Raih Kemenangan Pilkada DKI Jakarta 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Bekasi Mengadu! Dedi Mulyadi Kaget Dengar Keluhan Soal Uang Jutaan ke Oknum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ridwan Kamil-Suswono Memutuskan Tidak Melaporkan Hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Status BPJS Nonaktif Tapi Masih Ditagih? Ternyata Ini Alasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT. Lensa Garuda Media

Lensagram adalah organisasi media yang berfokus pada bahasan lingkungan, sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Lensagram berawal dari sebuah channel Youtube yang aktif membahas berbagai isu-isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat dan juga mewawancarai sejumlah tokoh.

Ikuti Kami

Artikel Terbaru

Harta Warga Bisa Disita Sembarangan? DPR Buka Suara soal RUU Perampasan Aset

9 September 2026

Obligasi DKI Jadi Sorotan! Kemenkeu dan Pemprov DKI Diminta Duduk Bersama, Ada Apa?

9 September 2026

Yusril Bongkar Perubahan Besar Hukum Pidana: Orientasi Pemidanaan Bakal Berubah Total?

8 September 2026

Permintaan Listrik Naik, Perform Pembangkit Malah Turun! Apa yang Terjadi di Tengah Krisis Iklim?

8 September 2026

Kategori Berita

  • Budi Leluhur
  • Dokumenter
  • Healing
  • Lagirame
  • Romansa
  • Suara Mereka
  • Tanpa Dasi
  • Tanpa Kategori
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
  • Informasi Lainnya
    • Login
    • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist