• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
Monday, 31 August 2026
  • Login
PT. Lensa Garuda Media
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
PT. Lensa Garuda Media
No Result
View All Result
Home Lagirame

Korea Selatan Darurat Militer: Langkah Presiden Yoon Suk Yeol Picu Protes Besar dan Pembatalan Acara Nasional

Dilla by Dilla
4 December 2024
in Lagirame
0
gambar kondisi Korea Selatan Darurat Militer Langkah Presiden Yoon Suk Yeol Picu Protes Besar dan Pembatalan Acara Nasional

Jakarta (Lensagram) – Korea Selatan membuat kejutan besar pada Selasa (3/12) dengan terjadinya darurat militer untuk pertama kalinya dalam hampir 50 tahun.

Langkah ini diumumkan langsung oleh Presiden Yoon Suk Yeol dalam pidato malam yang disiarkan secara nasional.

Kebijakan tersebut segera menjadi perbincangan global, viral di media sosial, dan memicu kontroversi di dalam negeri.

Alasan Pemberlakuan Darurat Militer

Presiden Yoon menyerukan darurat militer ini dilakukan untuk menghadapi ancaman dari “kekuatan anti-negara” yang memanfaatkan situasi politik dalam negeri yang diperburuk oleh ketegangan dengan Korea Utara.

Baca Juga : Super Hemat, Habiskan Rp 97 Ribu Per Bulan, Cewek Korea Berhasil Kumpulkan Rp 1,1 Miliar Dalam 4 Tahun

Langkah ini dianggap sebagai respons terhadap situasi darurat yang terjadi, di mana otoritas sipil tidak mampu menangani ancaman tersebut.

Namun, sejumlah pihak menilai keputusan ini lebih didorong oleh dinamika politik internal.

Pengamat menyebut bahwa Yoon Suk Yeol berada di bawah tekanan politik berat, khususnya dari oposisi, yang disebut Presiden berusaha “menggulingkan pemerintahannya”.

Protes dan Ketegangan di Korea Selatan

Keputusan ini memicu protes besar-besaran di ibu kota Korea Selatan.

Ribuan warga berkumpul di depan Gedung Parlemen, termasuk slogan seperti “Tidak Ada Darurat Militer!” dan “Hancurkan Kediktatoran!”.

Situasi semakin memanas ketika parlemen mengadakan sidang darurat untuk membatalkan kebijakan tersebut.

Sementara itu, militer mengambil alih keamanan, dengan pasukan bersenjata serta berseragam dan polisi ditempatkan di sekitar gedung pemerintahan.

Berbagai Helikopter juga mendarat di atap Gedung Majelis Nasional, menunjukkan kesiapan penuh untuk mengamankan lokasi.

Pada pukul 23.00 waktu setempat, militer mengeluarkan dekrit yang melarang protes dan aktivitas politik serta mengendalikan berbagai media.

Baca Juga : PHK 1500 Karyawan, Pabrik Ban Korsel di Cikarang Berhenti Produksi.

Langkah ini dikecam oleh para politikus dan kelompok sipil, yang menyebut deklarasi darurat militer sebagai tindakan ilegal dan tidak konstitusional.

Imbas pada Acara Nasional

Selain memicu protes, pemberlakuan darurat militer ini juga berdampak pada terhentinya sejumlah acara hiburan dan penghargaan akhir tahun yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Kebijakan ini mengecewakan banyak warga yang menantikan rangkaian acara tersebut sebagai bagian dari perayaan akhir tahun.

Darurat Militer: Langkah Kontroversial di Negara Demokrasi

Sejak tahun 1987, Korea Selatan telah menjadi negara demokrasi parlementer.

Pemberlakuan darurat militer terakhir kali terjadi pada tahun 1979, saat terjadi kudeta setelah dibunuhnya diktator militer Park Chung Hee.

Langkah Presiden Yoon Suk Yeol ini mengingatkan pada masa-masa otoriter yang kelam di Korea Selatan, sehingga menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak.

Keputusan yang Berakhir dengan Pembatalan

Tekanan dari parlemen dan protes besar-besaran akhirnya membuat Presiden Yoon mencabut kebijakan darurat militer.

Baca Juga : Ribuan Sekolah di Korea Selatan Terancam Ditutup, Ini Penyebab Utamanya

Namun, langkah ini meninggalkan dampak besar pada situasi politik dan sosial di Korea Selatan.

Para pengamat internasional menilai keputusan ini dapat merusak citra Korea Selatan sebagai salah satu negara yang demokrasinya paling stabil di Asia.

Sementara itu, warga terus mengungkapkan transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah untuk mencegah langkah otoriter serupa di masa depan.

Loading

Tags: #darurat militer#darurat militer adalah#korea matrial law#krosel darurat militer#matrial law#matrial law adalah#yoon suk yeolkorea selatankorsel
Dilla

Dilla

Artikel Sejenis

Lagirame

RUU Perampasan Aset Bikin DPR Wanti-Wanti, Jangan Sampai Jadi Senjata Kriminalisasi Lawan Politik!

31 August 2026
Lagirame

Ekonomi Kreatif Indonesia Makin Mendunia! Kemenekraf Gandeng Filipina, Ada Target Besar di Balik Kerja Sama Ini

31 August 2026
Lagirame

Kabar Baik UMKM! Biaya Layanan E-Commerce Dipangkas 50%, Kapan Mulai Berlaku?

29 August 2026
Lagirame

Bukan Cuma Asap! Karhutla Ternyata Picu Lonjakan Arsenik di Sungai, Wajib Diwaspadai

29 August 2026
Lagirame

DPR Terima Aspirasi AMPB, RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan 15 Desember? Ini Komitmen Terbarunya

28 August 2026
Lagirame

SDM Indonesia Dibawa ke Jepang! Program ESDP Punya Misi Besar untuk Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja RI, Apa Saja?

28 August 2026

Berita Terbaru

RUU Perampasan Aset Bikin DPR Wanti-Wanti, Jangan Sampai Jadi Senjata Kriminalisasi Lawan Politik!

31 August 2026

Ekonomi Kreatif Indonesia Makin Mendunia! Kemenekraf Gandeng Filipina, Ada Target Besar di Balik Kerja Sama Ini

31 August 2026

Kabar Baik UMKM! Biaya Layanan E-Commerce Dipangkas 50%, Kapan Mulai Berlaku?

29 August 2026

Bukan Cuma Asap! Karhutla Ternyata Picu Lonjakan Arsenik di Sungai, Wajib Diwaspadai

29 August 2026

Berita Populer

  • Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramono Anung dan Rano Karno Raih Kemenangan Pilkada DKI Jakarta 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Bekasi Mengadu! Dedi Mulyadi Kaget Dengar Keluhan Soal Uang Jutaan ke Oknum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ridwan Kamil-Suswono Memutuskan Tidak Melaporkan Hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Status BPJS Nonaktif Tapi Masih Ditagih? Ternyata Ini Alasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT. Lensa Garuda Media

Lensagram adalah organisasi media yang berfokus pada bahasan lingkungan, sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Lensagram berawal dari sebuah channel Youtube yang aktif membahas berbagai isu-isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat dan juga mewawancarai sejumlah tokoh.

Ikuti Kami

Artikel Terbaru

RUU Perampasan Aset Bikin DPR Wanti-Wanti, Jangan Sampai Jadi Senjata Kriminalisasi Lawan Politik!

31 August 2026

Ekonomi Kreatif Indonesia Makin Mendunia! Kemenekraf Gandeng Filipina, Ada Target Besar di Balik Kerja Sama Ini

31 August 2026

Kabar Baik UMKM! Biaya Layanan E-Commerce Dipangkas 50%, Kapan Mulai Berlaku?

29 August 2026

Bukan Cuma Asap! Karhutla Ternyata Picu Lonjakan Arsenik di Sungai, Wajib Diwaspadai

29 August 2026

Kategori Berita

  • Budi Leluhur
  • Dokumenter
  • Healing
  • Lagirame
  • Romansa
  • Suara Mereka
  • Tanpa Dasi
  • Tanpa Kategori
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
  • Informasi Lainnya
    • Login
    • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist