Jakarta (Lensagram) – Irjen Slamet Uliandi kini jadi sorotan. Pada 2022, ia memimpin tim yang menjemput Ferdy Sambo. Kini, namanya ikut terseret kasus sadap yang diduga mengarah ke Presiden Prabowo Subianto.
Pada Kamis (5/11/2026), Bareskrim menetapkan Slamet jadi tersangka. Dengan begitu, kini ada empat orang dalam kasus ini.
Slamet sudah lama kerja di Polri. Ia juga pernah menangani kasus besar, salah satunya kasus Brigadir J.
Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Kasus Sadap Prabowo
Brigjen Suhermanto mengumumkan status Slamet pada Kamis malam di Mabes Polri, Jakarta.
Awalnya, polisi hanya meminta info dari Slamet. Namun, usai gelar perkara, polisi menetapkannya jadi tersangka.
Ada tiga nama lain dalam kasus ini. Mereka ialah Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Eko Hadi Santoso.
Meski begitu, polisi belum menahan Slamet. Ia masih sakit akibat stroke. Sementara itu, tiga orang lain kini ada di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Peran Slamet dalam Kasus Sadap
Dalam kasus ini, Slamet punya tugas sebagai Dewan Pembina Monitoring Center (MC) Bareskrim Polri.
Pada 2010 hingga 2019, ia juga menjabat Kepala Bagian Monitoring Bareskrim Polri.
Suhermanto menyebut Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso harus minta izin Slamet sebelum sadap.
Selain itu, polisi juga usut soal hapus file sadap. Pada awal Oktober 2026, Ahrie Sonta minta izin Slamet untuk hapus file itu.
Slamet lalu memberi izin. Namun, polisi masih cari tahu tugas tiap orang dalam kasus ini.
Kapten Jack, Sosok di Balik Penjemputan Ferdy Sambo
Nama Slamet mulai dikenal saat kasus Brigadir J pada 2022.
Saat itu, Listyo Sigit Prabowo masih jadi Kapolri. Ia lalu meminta Slamet pimpin tim untuk jemput Ferdy Sambo.
Tim itu membawa Sambo ke Mako Brimob usai kasus Brigadir J mencuat. Sejak itu, nama Slamet mulai dikenal luas.
Di Polri, Slamet juga punya julukan Kapten Jack. Julukan itu muncul karena tubuhnya tinggi dan besar.
Slamet lahir di Jakarta pada 15 Juli 1971. Ia lulus dari Akpol pada 1994.
Selama kerja di Polri, Slamet pernah pegang banyak jabatan. Pada 2019, ia jadi Karobinopsnal Bareskrim. Lalu, pada 2020, ia jadi Dirtipidsiber Bareskrim.
Pada 2021 hingga 2026, ia menjabat Kadiv TIK Polri. Ia juga punya banyak jam terbang di bidang reserse dan teknologi.
Slamet Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Polisi memakai tiga pasal untuk jerat Slamet. Pasal itu ialah Pasal 258 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Pasal 332 KUHP, dan Pasal 31 UU ITE.
Jika terbukti salah, Slamet bisa kena hukuman penjara hingga 10 tahun.
Hingga kini, polisi masih usut kasus sadap yang diduga mengarah ke Prabowo dan pihak lain. Selain itu, polisi juga masih cari tahu peran tiap orang dalam kasus ini.
Kasus ini jadi sorotan karena menyeret petinggi Polri. Rekam jejak Slamet saat menjemput Ferdy Sambo pada 2022 pun kembali jadi perhatian publik.
Baca Juga: Pembalut Bukan Barang Sekunder, Puan Desak Evaluasi Pajak 11 Persen
![]()











