Jakarta (Lensagram) – Kekeringan di Cilacap, Jawa Tengah, membuat warga kesulitan mendapat air bersih. Sumur yang mengering selama sekitar enam bulan memaksa warga mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan harian.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyalurkan 100 tangki air bersih gratis ke sejumlah desa di Kabupaten Cilacap. Bantuan ini disambut antusias oleh warga, terutama mereka yang harus membeli air setiap hari.
Kekeringan di Cilacap Membuat Warga Antre Air Bersih
Salah satu warga Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, bernama Suryani, mengaku terbantu dengan bantuan ini. Selama musim kemarau, ia harus mengeluarkan Rp25.000 per hari untuk membeli air bagi keluarganya.
Suryani membutuhkan sekitar lima jeriken air setiap hari. Dengan harga Rp5.000 per jeriken, ia harus menyiapkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.
Karena itu, ia menyambut kedatangan truk tangki air dengan antusias. Suryani bahkan membawa sekitar 10 jeriken untuk menampung air gratis. Menurut perkiraannya, air itu dapat memenuhi kebutuhan keluarganya selama tiga hari.
Bantuan ini memberi warga kesempatan untuk menghemat pengeluaran. Mereka pun bisa memakai uang itu untuk membeli bahan pangan dan memenuhi kebutuhan lain.
Sumur Warga Cilacap Mengering Selama Enam Bulan
Kekeringan di Desa Karangkemiri membuat sumur warga mengering selama sekitar enam bulan. Akibatnya, sebagian warga harus mencari sumber air alternatif agar kebutuhan harian tetap terpenuhi.
Salah satu warga, Sutilah, mengaku kerap mencari air ke embung atau Kali Pejaten. Namun, jarak sumber air itu mencapai lebih dari dua kilometer dari permukiman.
Jarak yang jauh membuat warga perlu meluangkan waktu dan tenaga untuk mendapat air. Mereka juga harus membawa wadah agar bisa mengangkut air ke rumah.
Oleh sebab itu, bantuan tangki air bersih menjadi sangat berarti bagi warga. Saat mendengar kabar pembagian air gratis, mereka segera menyiapkan jeriken, ember, drum, dan galon.
Warga kemudian mengantre di lokasi pembagian untuk membawa pulang air. Bantuan ini memudahkan mereka mendapat air tanpa harus menempuh perjalanan jauh atau mengeluarkan uang setiap hari.
Menteri Imipas Salurkan 100 Tangki Air ke 31 Desa
Koordinator Wilayah Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan dan Cilacap sekaligus Kepala Lapas Batu Nusakambangan, Irfan, menjelaskan bahwa bantuan air bersih ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Bakti Kementerian Imipas.
Pemerintah menyalurkan 100 tangki air bersih ke 31 desa di 17 kecamatan yang terdampak kekeringan. Khusus Desa Karangkemiri, pemerintah menyiapkan 20 tangki air untuk penyaluran secara bertahap.
Jumlah bantuan ini diharapkan dapat membantu warga yang kesulitan mendapat air selama musim kemarau. Selain itu, penyaluran ke sejumlah desa membantu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Meski begitu, kebutuhan air warga tidak berhenti pada satu kali pembagian. Warga tetap membutuhkan akses air bersih untuk memasak, mandi, mencuci, dan menjaga kebersihan rumah.
Karena itu, bantuan air bersih menjadi langkah penting untuk meringankan beban warga selama sumber air setempat belum pulih. Warga pun dapat memanfaatkan bantuan ini sambil menunggu kondisi sumur kembali membaik.
Bantuan Air Bersih Ringankan Beban Warga
Bagi warga yang terdampak kekeringan, air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan. Air menjadi kebutuhan utama untuk menjaga kesehatan dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ketika sumur mengering, warga harus mencari sumber air lain atau membeli air dengan biaya yang tidak sedikit. Kondisi ini dapat menambah beban rumah tangga, terutama bagi keluarga yang memiliki kebutuhan air cukup besar.
Kehadiran bantuan tangki air memberi keringanan bagi warga Cilacap. Mereka bisa membawa air pulang tanpa harus mengeluarkan biaya seperti saat membeli air dari penjual.
Di sisi lain, warga tetap perlu menggunakan air secara hemat agar persediaan yang mereka dapatkan cukup untuk beberapa hari. Mereka juga perlu menjaga kebersihan wadah penyimpanan supaya air tetap layak untuk kebutuhan rumah tangga.
Bantuan ini menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat melewati masa sulit akibat kekeringan. Dengan penyaluran yang tepat, warga dapat memenuhi kebutuhan dasar sambil menunggu sumber air kembali pulih.
Baca Juga: 8 Bos Sawit RI Temui Menteri Singapura, Siapa Saja Nama Besarnya?
![]()












