Jakarta (Lensagram) – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan masalah baru dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ada yayasan yang meminta setoran uang kepada mitra dapur berdasarkan jumlah ompreng makanan yang mereka salurkan.
Kepala BGN Sudaryono mengungkap temuan ini saat BGN memproses registrasi untuk memperbarui kerja sama antara yayasan dan mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Temuan ini pun menjadi sorotan. Sebab, ada yayasan yang meminta uang per ompreng, tetapi tidak ikut mengelola dapur SPPG. Selain itu, yayasan itu juga tidak ikut membina mitra.
BGN Temukan Setoran per Ompreng
Sudaryono menjelaskan bahwa sejumlah mitra sudah membangun dapur SPPG dengan modal mereka sendiri. Namun, mereka tetap mendapat permintaan setoran dari yayasan yang menaungi dapur.
Setoran itu mengikuti jumlah ompreng yang keluar dari dapur. Dengan kata lain, makin banyak makanan yang mitra salurkan, makin besar pula uang yang harus mereka setor.
Menurut Sudaryono, kondisi ini tidak sejalan dengan tujuan program MBG. Mitra seharusnya bisa memakai anggaran untuk menjaga mutu makanan dan memenuhi kebutuhan gizi penerima.
“Adanya mitra yang kemudian sudah membangun dapur itu, diminta untuk menyetorkan sejumlah uang per ompreng kepada yayasan,” kata Sudaryono dalam keterangannya.
Yayasan Dinilai Tak Punya Kontribusi
BGN juga menemukan masalah lain dalam hubungan antara mitra dan yayasan. Dalam sejumlah kasus, yayasan tidak ikut aktif di dapur SPPG.
Yayasan juga tidak memberi pembinaan kepada mitra. Selain itu, yayasan tidak ikut mengurus operasional dapur.
Karena itu, BGN menilai permintaan setoran perlu mendapat perhatian. Sebab, beban tambahan dapat muncul bagi mitra yang sudah mengeluarkan modal untuk membangun dapur.
BGN juga khawatir biaya tambahan bisa berdampak pada mutu makanan. Mitra bisa saja mengurangi biaya menu untuk menutup potongan yang mereka bayar kepada yayasan.
BGN Beri Ruang Ganti Yayasan
Untuk mengatasi masalah ini, BGN memberi ruang kepada mitra yang merasa rugi untuk mengganti yayasan yang menaungi dapur SPPG.
Mitra juga dapat menyampaikan bukti terkait masalah yang mereka alami. Selanjutnya, BGN akan menilai persoalan itu melalui proses registrasi dan pembaruan kerja sama.
BGN menyiapkan portal bagi yayasan dan portal bagi mitra. Dengan cara ini, mitra dapat mengajukan yayasan baru jika hubungan kerja sama lama tidak lagi berjalan dengan baik.
Anggaran MBG Harus Fokus pada Gizi
Sudaryono menegaskan bahwa anggaran MBG harus memberi hasil yang jelas bagi penerima manfaat. Karena itu, setiap pihak perlu memakai anggaran secara efisien dan tepat sasaran.
Program MBG tidak hanya soal jumlah makanan yang dibagikan. Kualitas menu, nilai gizi, serta keamanan makanan juga menjadi hal penting.
Oleh sebab itu, BGN ingin setiap mitra dan yayasan menjalankan peran dengan jelas. Mitra perlu fokus pada operasional dapur. Sementara itu, yayasan harus memberi kontribusi yang nyata jika mereka ikut dalam kerja sama.
Dengan langkah ini, BGN berharap tidak ada lagi setoran yang membebani mitra tanpa alasan yang jelas. Program MBG pun dapat berjalan lebih baik dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
Baca Juga : Tak Disangka! Rocky Gerung Dilantik Prabowo Jadi Anggota Wantimpres, Ini Alasannya
![]()










