Jakarta (Lensagram) – Kenaikan muka air laut kembali menjadi perhatian pada pertengahan April 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat pesisir untuk waspada terhadap potensi banjir rob yang diprediksi terjadi hingga akhir bulan.
Menurut BMKG, fenomena ini dipicu oleh pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan tertentu. Akibatnya, sejumlah wilayah pesisir di Indonesia berisiko mengalami genangan, terutama saat air laut mencapai titik tertinggi.
Adapun beberapa daerah yang diprediksi terdampak meliputi pesisir utara Pulau Jawa, seperti wilayah di Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Selain itu, potensi banjir rob juga mengintai kawasan pesisir di Sumatera dan Kalimantan.
Lebih lanjut, BMKG menjelaskan bahwa banjir rob dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Misalnya, akses jalan di kawasan pesisir bisa tergenang, kegiatan ekonomi terganggu, hingga risiko kerusakan infrastruktur meningkat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca secara berkala.
Di sisi lain, pemerintah daerah setempat mulai melakukan langkah antisipasi. Mereka menyiapkan pompa air, memperkuat tanggul, serta mengingatkan warga agar mengamankan barang berharga. Selain itu, warga juga disarankan untuk menghindari aktivitas di area rawan saat air laut sedang pasang tinggi.
Dengan demikian, kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi banjir rob ini. Masyarakat diharapkan tetap tenang, namun tetap siaga agar dapat meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.
Kesimpulan
Kenaikan air laut hingga akhir April 2026 berpotensi memicu banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia. Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat pesisir untuk terus mengikuti informasi resmi dan mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Baca Juga : Momen Langka! Prabowo Siapkan Pesan Khusus di Retret DPRD,Apa saja isinya?
![]()












