Jakarta (Lensagram) – Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai pentingnya pembelajaran bahasa asing di sekolah ramai dibahas di media sosial. Selain pernah mendorong penguatan bahasa Prancis di dunia pendidikan, Prabowo juga diketahui sempat mengusulkan agar bahasa Portugis masuk dalam kurikulum sekolah di Indonesia.
Pernyataan tersebut langsung memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Banyak yang penasaran dengan alasan di balik usulan bahasa Portugis diajarkan kepada pelajar Indonesia. Di sisi lain, sebagian warganet menilai langkah itu dapat membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas.
Prabowo sebelumnya menilai penguasaan bahasa asing menjadi salah satu kunci penting untuk meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia. Karena itu, ia mendorong siswa tidak hanya mempelajari bahasa Inggris, tetapi juga bahasa lain yang memiliki pengaruh besar dalam hubungan global.
Selain itu, bahasa Portugis dianggap memiliki nilai strategis karena digunakan di sejumlah negara besar seperti Portugal, Brasil, hingga beberapa negara di Afrika. Dengan demikian, peluang kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, dan budaya dinilai bisa semakin terbuka bagi Indonesia.
Pengamat pendidikan menyebut usulan tersebut sebenarnya bukan hal baru. Menurut mereka, banyak negara mulai memperluas pilihan bahasa asing di sekolah demi menyesuaikan kebutuhan global yang terus berkembang. Oleh sebab itu, wacana bahasa Portugis masuk kurikulum dinilai cukup relevan untuk dipertimbangkan.
Meski begitu, sejumlah pihak juga meminta pemerintah tetap memprioritaskan pemerataan kualitas pendidikan dasar terlebih dahulu. Mereka menilai penambahan bahasa asing harus dibarengi kesiapan tenaga pengajar dan fasilitas belajar yang memadai.
Sementara itu, pembahasan mengenai bahasa asing di sekolah terus menjadi topik hangat di media sosial. Banyak netizen mendukung gagasan tersebut karena dianggap dapat membantu generasi muda Indonesia lebih siap menghadapi persaingan internasional di masa depan.
Hingga kini, belum ada keputusan resmi terkait penerapan bahasa Portugis dalam kurikulum nasional. Namun demikian, pernyataan Prabowo kembali membuka diskusi publik mengenai arah pendidikan Indonesia yang semakin global dan modern.
Baca Juga : Bukan Untuk Studi? Eks Penerima LPDP Diduga Gunakan Dana Riset Demi Keliling Luar Negri
![]()









