Jakarta (Lensagram) – Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah. Jakarta, Banten, dan Lampung ikut merasakan dampaknya.
Karena itu, BNPB menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC. Langkah ini bertujuan membantu menurunkan abu dari udara dengan bantuan hujan.
Namun, BNPB tidak akan langsung menjalankan OMC. Tim akan menunggu cuaca yang cocok dan kondisi penerbangan yang aman.
Abu Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta
Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai meningkat sejak Jumat, 4 September 2026. Fase erupsi terus berlangsung selama sekitar 25 jam.
Kemudian, fase itu berakhir pada Minggu, 6 September pukul 00.04 WIB. Meski begitu, aktivitas gunung api masih perlu pantauan.
Badan Geologi masih menempatkan Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Selain itu, petugas masih melihat peluang letusan susulan.
Di sisi lain, abu vulkanik masih bergerak ke sejumlah wilayah. BNPB menyebut abu telah menyebar hingga Jakarta, Banten, dan Lampung.
BNPB Siapkan OMC
Melihat kondisi ini, BNPB menyiapkan OMC untuk membantu mengurangi abu di udara. Pesawat untuk misi ini juga sudah siap di Pondok Cabe.
Menurut Kepala BNPB Suharyanto, tim akan menjalankan OMC saat cuaca dan kondisi penerbangan sudah aman. Jadi, faktor keselamatan tetap jadi hal utama.
Lalu, bagaimana cara kerja OMC?
OMC memanfaatkan proses pembentukan hujan. Tim akan menyemai bahan tertentu ke awan yang punya potensi hujan.
Setelah itu, proses ini dapat membantu awan menghasilkan hujan. Air hujan lalu membawa material abu turun dari udara ke permukaan.
Dengan cara ini, hujan dapat membantu membersihkan udara dari abu vulkanik. Namun, hasil OMC tetap bergantung pada kondisi awan dan cuaca.
Pesawat OMC Tunggu Cuaca yang Tepat
BNPB sudah menyiapkan pesawat untuk misi OMC. Akan tetapi, tim tidak bisa menerbangkan pesawat secara asal.
Sebab, abu vulkanik juga mengganggu jalur penerbangan. Sejumlah bandara bahkan sempat menutup layanan akibat sebaran abu.
Karena itu, BNPB perlu melihat kondisi langit lebih dulu. Tim juga harus memastikan jalur penerbangan tetap aman.
Jika cuaca mendukung, tim dapat menjalankan OMC. Sebaliknya, tim akan menunda misi jika kondisi belum aman.
Abu Vulkanik Ganggu Aktivitas Warga
Dampak abu tidak hanya terasa di jalur udara. Warga juga perlu waspada saat beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta mulai menerapkan pembelajaran jarak jauh pada Senin, 7 September. Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Abu juga dapat mengganggu kesehatan. Partikel halus dapat masuk ke hidung dan saluran napas.
Karena itu, warga sebaiknya memakai masker saat keluar rumah. Hindari area yang penuh abu dan ikuti arahan petugas.
Warga Diminta Tetap Waspada
Meski fase erupsi menerus sudah berakhir, warga tetap perlu waspada. Badan Geologi masih melihat aktivitas vulkanik Anak Krakatau.
Untuk itu, warga dan wisatawan tidak boleh mendekati kawah aktif dalam radius tiga kilometer. Area ini masih punya risiko lontaran batu, awan panas, lava, dan hujan abu.
Selain itu, warga pesisir Banten dan Lampung perlu mengikuti info resmi. Masyarakat juga diminta tidak percaya pada kabar palsu soal potensi tsunami.
Pada akhirnya, BNPB memilih OMC sebagai salah satu langkah untuk mengurangi dampak abu. Namun, tim tetap mengutamakan cuaca dan keselamatan penerbangan.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap abu di udara bisa lebih cepat turun. Sementara itu, warga tetap perlu memakai masker dan mengikuti info resmi.
Baca Juga : Gunung Anak Krakatau Erupsi, Penerbangan Mendadak Batal! KAI Malah Tambah Kereta
![]()












