Jakarta (Lensagram) — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengungkapkan masih adanya persoalan serius dalam dunia kerja, terutama terkait kesempatan bagi penyandang disabilitas. Hingga saat ini, kelompok disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan untuk mendapatkan pekerjaan yang setara dan layak.
Menurutnya, dunia kerja seharusnya memberikan ruang yang lebih inklusif bagi semua masyarakat tanpa terkecuali. Namun, kenyataannya masih banyak perusahaan dan lingkungan kerja yang belum sepenuhnya siap menyediakan akses yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Ia menilai, tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas tidak hanya berkaitan dengan keterampilan, tetapi juga berasal dari stigma sosial dan kurangnya pemahaman terhadap kemampuan mereka. Padahal, banyak penyandang disabilitas memiliki potensi besar dan mampu berkontribusi dalam berbagai sektor pekerjaan.
Selain itu, regulasi mengenai hak kerja bagi penyandang disabilitas perlu terus diperkuat dan diterapkan secara nyata. Sebab, aturan yang baik harus berjalan bersama dengan perubahan pola pikir masyarakat dan dunia usaha.
Di sisi lain, pemerintah, perusahaan, serta masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil. Dengan menyediakan pelatihan, aksesibilitas, dan kesempatan yang sama, penyandang disabilitas dapat berkembang serta berkontribusi bagi perekonomian nasional.
Waka MPR juga mendorong agar perusahaan tidak hanya melihat keterbatasan fisik seseorang, tetapi lebih fokus pada kemampuan, keahlian, dan potensi yang dimiliki. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk membangun dunia kerja Indonesia yang lebih inklusif.
Karena itu, persoalan kesetaraan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas perlu menjadi perhatian bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, Indonesia dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih terbuka dan memberikan peluang bagi seluruh warga negara.
Baca Juga : HUT Jakarta ke-499 Bukan Hanya Soal Perayaan,KPID DKI Beri Alarm Bahaya Disinformasi Digital
![]()











