Jakarta (Lensagram) – Australia mengubah aturan visa bagi mahasiswa asing. Kini, banyak mahasiswa tidak bisa membawa pasangan atau anak saat kuliah di Australia.
Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengumumkan aturan ini pada Kamis, 17 September 2026. Pemerintah ingin menekan jumlah migrasi dan mengatur visa sementara dengan lebih ketat.
Namun, aturan ini tidak berlaku untuk semua mahasiswa. Australia masih memberi izin bagi beberapa kelompok.
Mahasiswa Asing Tak Bebas Bawa Keluarga
Sebelumnya, mahasiswa asing dapat membawa pasangan atau anak dengan visa yang sesuai. Kini, banyak mahasiswa baru tidak lagi punya hak yang sama.
Pemerintah Australia tidak lagi memberi jalur umum bagi mahasiswa untuk membawa anggota keluarga. Aturan ini juga berlaku bagi pemegang visa lulusan.
Meski begitu, ada pengecualian. Warga dari negara ASEAN dan Pasifik masih bisa membawa keluarga.
Selain itu, mahasiswa pada program tertentu juga masuk dalam jalur khusus. Program PhD menjadi salah satu contoh.
Keluarga yang Sudah Ada Tetap Bersama
Ada kabar penting bagi mahasiswa yang sudah tinggal di Australia bersama keluarga.
Pemerintah tidak akan memisahkan keluarga yang sudah ada di Australia. Tony Burke juga menegaskan hal ini dalam pidatonya.
Jadi, aturan baru lebih fokus pada mahasiswa yang ingin membawa keluarga pada masa depan.
Dengan kata lain, keluarga yang sudah ikut pemegang visa tidak perlu keluar hanya karena aturan baru ini.
Mahasiswa Indonesia Masuk Jalur ASEAN
Aturan ini juga menarik bagi mahasiswa Indonesia. Sebab, Indonesia masuk dalam ASEAN.
Australia masih memberi jalur khusus bagi warga ASEAN. Karena itu, mahasiswa asal Indonesia bisa mendapat aturan yang beda dari mahasiswa dari negara lain.
Namun, calon mahasiswa tetap perlu cek syarat visa yang berlaku. Jenis kuliah dan jenis visa dapat memengaruhi hak untuk membawa keluarga.
Jadi, jangan hanya memakai aturan lama. Cek aturan baru sebelum mengurus visa dan rencana berangkat.
Australia Juga Atur Pindah Program
Selain soal keluarga, Australia juga mengubah aturan bagi mahasiswa yang ingin pindah program.
Pemerintah ingin mencegah visa hopping. Istilah ini mengacu pada cara pindah dari satu program ke program lain demi memperpanjang masa tinggal.
Kini, mahasiswa yang ingin pindah program harus mengajukan visa baru dalam kondisi tertentu.
Australia juga ingin mahasiswa lanjut ke tingkat studi yang lebih tinggi. Misalnya, lulusan sarjana dapat lanjut ke program magister.
Ada Target Migrasi Baru
Perubahan ini masuk dalam rencana migrasi Australia.
Data terbaru menunjukkan migrasi neto Australia mencapai 292.100 orang dalam satu tahun sampai Maret 2026. Angka ini turun dari level puncak setelah pandemi.
Pemerintah lalu memasang target migrasi neto sebesar 245.000 orang pada 2026–2027. Target itu turun lagi menjadi 225.000 orang pada tahun berikutnya.
Karena itu, pemerintah mulai menata jalur visa sementara. Mahasiswa dan pekerja dengan visa sementara ikut masuk dalam rencana ini.
Apa Arti Aturan Ini bagi Mahasiswa Indonesia?
Bagi calon mahasiswa Indonesia, aturan baru ini perlu jadi perhatian.
Kabar baiknya, warga ASEAN masih masuk jalur khusus. Jadi, mahasiswa Indonesia tidak otomatis terkena larangan yang sama dengan semua mahasiswa asing.
Namun, calon mahasiswa tetap perlu cek syarat yang sesuai. Pastikan jenis visa, kampus, dan program kuliah sudah cocok dengan aturan baru.
Selain itu, calon mahasiswa yang ingin membawa keluarga perlu cek hak mereka sejak awal. Langkah ini dapat mencegah masalah saat proses visa.
Australia Masih Buka untuk Mahasiswa Asing
Australia tetap menerima mahasiswa dari luar negeri. Jadi, aturan baru ini bukan larangan bagi warga asing untuk kuliah di Australia.
Pemerintah hanya mengubah sejumlah aturan visa. Salah satu perubahan utama menyangkut hak mahasiswa untuk membawa keluarga.
Karena itu, calon mahasiswa perlu lebih teliti. Cek info visa terbaru sebelum daftar kampus atau membeli tiket.
Singkatnya, Australia kini memperketat visa mahasiswa. Banyak mahasiswa asing tidak lagi bisa membawa keluarga. Namun, warga ASEAN, warga Pasifik, dan mahasiswa pada program tertentu, seperti PhD, masih mendapat jalur khusus.
Baca Juga : Minyak Dunia Mulai Melemah! Namun Harga Masih di Atas US$100 per Barrel, Ini Faktor yang Menahannya
![]()










