Jakarta (Lensagram) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Jepang pada Senin (20/4/2026). Guncangan kuat ini sempat memicu kekhawatiran luas, terutama terkait potensi tsunami yang bisa berdampak hingga wilayah Indonesia.
Namun demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika segera memberikan klarifikasi resmi. Melalui pernyataan terbarunya, BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di Indonesia.
Menurut BMKG, lokasi pusat gempa berada cukup jauh dari wilayah Indonesia. Selain itu, karakteristik gempa juga tidak memenuhi syarat untuk memicu gelombang tsunami yang dapat menjalar hingga perairan Tanah Air. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.
Sementara itu, otoritas di Jepang langsung melakukan langkah cepat. Mereka memantau situasi dan memastikan kondisi warga tetap aman. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai dampak besar yang meluas akibat gempa tersebut.
Di sisi lain, BMKG juga mengimbau masyarakat Indonesia agar selalu mengandalkan informasi dari sumber resmi. Hal ini penting untuk menghindari kepanikan akibat kabar yang tidak akurat, terutama di media sosial.
Lebih lanjut, BMKG menegaskan bahwa Indonesia memiliki sistem pemantauan gempa dan tsunami yang terus bekerja selama 24 jam. Dengan demikian, setiap potensi ancaman dapat terdeteksi lebih awal dan diinformasikan kepada masyarakat secara cepat dan tepat.
Sebagai penutup, masyarakat diharapkan tetap waspada, namun tidak perlu khawatir berlebihan. Tetap ikuti arahan resmi dari BMKG dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan bersama.
Baca Juga : Air Laut Naik Lagi! Ini Wilayah RI yang Terancam Banjir Rob Sampai Akhir April
![]()











