Jakarta (Lensagram) — Hari pertama kebijakan work from home (WFH) langsung membawa perubahan besar di lingkungan Kantor Gubernur Sumatera Utara. Suasana yang biasanya ramai kini terlihat jauh lebih sepi. Namun demikian, aktivitas pemerintahan tidak sepenuhnya berhenti.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menjelaskan bahwa hanya pegawai dari bidang operasional yang tetap bekerja langsung di kantor. Sementara itu, sebagian besar aparatur sipil negara (ASN) lainnya menjalankan tugas dari rumah sesuai kebijakan yang berlaku.
Menurut Bobby, langkah ini diambil untuk menyesuaikan sistem kerja yang lebih fleksibel sekaligus menjaga efisiensi pelayanan publik. “Yang masuk ke kantor adalah bidang operasional yang memang harus bekerja secara langsung,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terkait akses layanan pemerintahan selama penerapan WFH berlangsung.
Di sisi lain, suasana kantor yang lengang justru menjadi pemandangan yang tidak biasa. Biasanya, berbagai aktivitas administratif dan koordinasi berlangsung padat di lokasi tersebut. Kini, hanya sejumlah pegawai tertentu yang terlihat menjalankan tugasnya secara langsung.
Kebijakan WFH ini juga diharapkan mampu mendorong adaptasi sistem kerja digital di lingkungan pemerintahan. Dengan demikian, proses kerja tetap berjalan efektif meskipun tidak semua pegawai hadir secara fisik di kantor.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus melakukan evaluasi terhadap penerapan WFH ini. Jika diperlukan, penyesuaian kebijakan akan dilakukan agar pelayanan publik tetap optimal dan kinerja pegawai tetap terjaga.
Kesimpulannya, meskipun kantor gubernur tampak sunyi, roda pemerintahan tetap berjalan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kerja fleksibel mulai diterapkan secara nyata di lingkungan ASN.
Baca Juga : Prabowo Ungkap Rahasia Baru: Minyak Bekas Bisa Jadi Avtur? Begini Penjelasannya!
![]()










