Jakarta (Lensagram) – Pernyataan anggota DPR RI, Misbakhun, mengenai catatan yang diberikan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings menjadi perhatian publik. Menurutnya, berbagai catatan terkait kondisi rupiah dan kebijakan fiskal Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebaliknya, pemerintah perlu menjadikannya sebagai alarm untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Misbakhun menegaskan bahwa peringatan dari lembaga pemeringkat bukan berarti Indonesia berada dalam kondisi krisis. Namun, evaluasi tersebut dapat menjadi masukan penting agar pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Catatan S&P Dinilai Penting
Menurut Misbakhun, laporan dari S&P Global Ratings memberikan gambaran mengenai tantangan yang masih dihadapi Indonesia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pergerakan nilai tukar rupiah yang dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global.
Selain itu, kondisi fiskal juga menjadi sorotan. Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu menjaga disiplin anggaran agar kepercayaan investor tetap terjaga. Ia menjelaskan bahwa stabilitas fiskal merupakan salah satu faktor utama yang dipertimbangkan oleh investor sebelum menanamkan modal di suatu negara. Dengan demikian, pengelolaan anggaran yang sehat akan membantu menjaga pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Pemerintah Diminta Tetap Waspada
Misbakhun juga mengingatkan bahwa tantangan ekonomi global masih cukup besar. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi di sejumlah negara, hingga fluktuasi pasar keuangan internasional dapat memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia.
Karena itu, pemerintah perlu memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Langkah tersebut dinilai penting agar stabilitas nilai tukar, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
Di sisi lain, ia menilai Indonesia masih memiliki modal yang kuat. Konsumsi domestik yang stabil, investasi yang terus tumbuh, serta sektor ekspor yang berkembang menjadi penopang penting bagi perekonomian nasional.
Kepercayaan Investor Harus Dijaga
Misbakhun menilai kepercayaan investor merupakan aset penting yang harus dipertahankan. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan terus menunjukkan komitmen terhadap reformasi ekonomi, transparansi anggaran, serta kepastian hukum.
Selain menjaga stabilitas fiskal, pemerintah juga perlu mendorong investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan meningkatkan daya saing industri nasional. Dengan langkah tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk tetap tumbuh meski menghadapi tekanan ekonomi global.
Catatan S&P Bukan Ancaman, Melainkan Pengingat
Meski mendapat sejumlah catatan, Misbakhun menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Ia menilai laporan dari S&P sebaiknya dipahami sebagai pengingat agar seluruh pemangku kepentingan terus meningkatkan kualitas pengelolaan ekonomi.
Menurutnya, evaluasi dari lembaga pemeringkat internasional justru dapat menjadi bahan perbaikan. Jika pemerintah mampu merespons berbagai tantangan dengan kebijakan yang tepat, maka stabilitas ekonomi nasional akan tetap terjaga dan kepercayaan pasar dapat terus meningkat.
Pada akhirnya, Misbakhun berharap semua pihak menjadikan catatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Dengan kebijakan yang konsisten dan pengelolaan fiskal yang disiplin, Indonesia diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa mendatang.
Baca Juga : Terbongkar! Sekolah Tanpa Gedung dan Guru Ini Malah Terima Hibah Rp1,5 Miliar, Ketua Yayasan Ditahan
![]()












