Jakarta (Lensagram) – BNPB dry ice menjadi sorotan dalam upaya mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memakai dry ice atau es kering dalam uji coba untuk membantu mengurai kabut asap.
Selain itu, BNPB menjalankan operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah. Tiga provinsi yang menjadi perhatian dalam laporan ini ialah Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Lantas, bagaimana hasil operasi BNPB dry ice di ketiga provinsi ini? Berikut rangkuman upaya penanganan karhutla dan modifikasi cuaca.
Cara BNPB Dry Ice Membantu Mengurai Kabut Asap
BNPB memanfaatkan dry ice atau karbon dioksida padat untuk membantu mengurai kabut asap. Bahan ini memiliki suhu sekitar minus 78,5 derajat Celsius.
Dalam uji coba, petugas menyebar butiran es kering dari pesawat. Proses ini bertujuan mengubah kondisi udara di lapisan atmosfer bawah agar asap lebih mudah naik dan menyebar.
Jika kondisi mendukung, upaya ini dapat membantu meningkatkan jarak pandang. Namun, tim tetap perlu mengukur hasil operasi dan mengkaji faktor cuaca lain.
Perlu diketahui, penggunaan dry ice untuk mengurai kabut asap berbeda dari penyemaian awan untuk memicu hujan. Karena itu, penyebaran es kering tidak selalu menghasilkan hujan.
Hasil BNPB Dry Ice di Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah uji coba penggunaan dry ice. BNPB memulai operasi untuk membantu mengatasi kabut asap yang mengganggu aktivitas warga dan penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.
Dalam uji coba pada 15–16 Oktober 2026, tim menggunakan sekitar 2,4 ton dry ice. Petugas juga menjalankan tiga sorti penerbangan dengan total waktu terbang 7 jam 3 menit.
Hasil pemantauan BMKG menunjukkan peningkatan jarak pandang di sekitar bandara. Pada salah satu pemantauan, jarak pandang naik dari sekitar 1.000 meter menjadi 1.500–2.000 meter. Setelah penerbangan berikutnya, jarak pandang sempat mencapai 3.000 meter.
Meski begitu, tim perlu mengkaji pengaruh cuaca terhadap perubahan ini. Dengan demikian, BNPB dapat menilai hasil uji coba secara lebih akurat.
BNPB Dry Ice dan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah juga menjadi fokus penanganan karhutla. BNPB memperluas operasi modifikasi cuaca ke wilayah ini untuk mendukung upaya pengendalian kebakaran.
Selain es kering, petugas menggunakan garam atau natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai dalam operasi modifikasi cuaca. Tim menyesuaikan penerbangan dengan kondisi atmosfer dan kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, petugas darat terus memadamkan titik api. Kerja sama antara tim udara dan petugas darat penting untuk menekan kebakaran serta mengurangi dampak asap bagi warga.
Namun, hasil operasi tetap bergantung pada kondisi cuaca, awan, dan luas lahan yang terbakar. Karena itu, tim perlu memantau perkembangan di lapangan secara berkala.
Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Barat
Kalimantan Barat juga masuk dalam upaya penanganan karhutla melalui operasi modifikasi cuaca. Dalam operasi yang dilaporkan, petugas menggunakan garam sebagai bahan semai.
Pada salah satu penerbangan, tim menghabiskan sekitar 1.000 kilogram garam. Petugas memusatkan penyemaian di wilayah Ketapang dan Kayong Utara.
Penyemaian garam bertujuan mendukung pembentukan hujan saat kondisi awan dan atmosfer memungkinkan. Hujan yang turun di wilayah yang tepat dapat membantu membasahi lahan dan mendukung pemadaman kebakaran.
Meski demikian, operasi modifikasi cuaca tidak menjamin hujan turun di setiap wilayah sasaran. Oleh sebab itu, tim tetap memantau awan, angin, dan kondisi atmosfer sebelum menentukan langkah berikutnya.
BNPB Perketat Prosedur Penggunaan Dry Ice
BNPB juga memperketat prosedur keselamatan dalam penggunaan dry ice. Langkah ini menyusul laporan warga yang menemukan material es kering di kawasan permukiman.
Sebagai tindak lanjut, tim memperbaiki sistem penyebaran bahan dari pesawat. Petugas memasang saringan khusus pada corong penabur dan memecah es kering menjadi butiran yang lebih halus.
Perbaikan ini bertujuan agar es kering menguap di udara sebelum mencapai permukaan tanah. Dengan begitu, tim berharap operasi berjalan lebih aman bagi warga.
Selain itu, BNPB bekerja sama dengan BMKG, TNI, pemerintah daerah, dan petugas pemadam. Kerja sama ini membantu menyelaraskan operasi udara dengan pemadaman langsung di lapangan.
Apakah BNPB Dry Ice Bisa Membuat Hujan?
Penggunaan dry ice tidak selalu bertujuan menghasilkan hujan. Dalam uji coba di Sumatera Selatan, tim memakai es kering untuk membantu mengurai kabut asap di lapisan atmosfer bawah.
Sebaliknya, petugas menggunakan bahan semai seperti garam untuk mendukung pembentukan hujan saat kondisi atmosfer sesuai. Jadi, kedua metode ini memiliki tujuan yang berbeda.
Hasil operasi juga bergantung pada suhu, kelembapan, kondisi awan, dan arah angin. Karena itu, tim perlu membandingkan data cuaca dengan hasil pemantauan kualitas udara untuk menilai efektivitas operasi.
Imbauan BNPB untuk Warga di Wilayah Terdampak Karhutla
BNPB mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan selama karhutla mengancam sejumlah wilayah. Warga sebaiknya memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika asap mulai pekat.
Selain itu, masyarakat perlu menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Warga juga dapat mengikuti informasi resmi dari BNPB dan BMKG untuk mengetahui perkembangan cuaca serta kualitas udara.
Melalui operasi modifikasi cuaca dan pemadaman langsung, pemerintah berupaya menekan dampak karhutla di Sumatera dan Kalimantan. Namun, tim tetap perlu melakukan pemantauan dan evaluasi untuk menilai hasil setiap langkah.
Baca Juga: Dilema Moral vs Nominal: Mengapa Influencer Tergiur Promosi Judi Online?
![]()












