Jakarta (Lensagram) – Usulan untuk mengubah nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda kembali menjadi perbincangan publik. Wacana tersebut memunculkan berbagai tanggapan, mulai dari dukungan hingga kritik. Banyak masyarakat pun bertanya-tanya mengenai alasan di balik usulan perubahan nama tersebut.
Sejumlah pihak yang mendukung menilai nama Provinsi Sunda lebih mencerminkan identitas budaya dan sejarah masyarakat di wilayah tersebut. Sementara itu, pihak yang belum sepakat mengingatkan bahwa perubahan nama daerah bukan perkara sederhana karena melibatkan aspek hukum, administrasi, hingga kesiapan pemerintah.
Mengapa Muncul Usulan Provinsi Sunda?
Pendukung usulan menjelaskan bahwa istilah Sunda telah lama melekat sebagai identitas budaya masyarakat yang mendiami sebagian besar wilayah Jawa Barat. Oleh karena itu, mereka menilai penggunaan nama Provinsi Sunda akan lebih merepresentasikan sejarah, bahasa, adat istiadat, dan warisan budaya yang berkembang di daerah tersebut.
Selain itu, perubahan nama dinilai dapat memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya Sunda.
Namun demikian, usulan tersebut masih sebatas wacana dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah.
Perubahan Nama Harus Melalui Proses Panjang
Meski ramai diperbincangkan, perubahan nama sebuah provinsi tidak bisa dilakukan secara langsung. Sebaliknya, terdapat mekanisme yang harus dilalui sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Proses tersebut biasanya diawali dengan pembahasan di tingkat pemerintah daerah dan DPRD. Setelah itu, usulan dapat diteruskan kepada pemerintah pusat untuk dikaji lebih lanjut.
Selanjutnya, apabila memenuhi persyaratan, perubahan nama daerah memerlukan persetujuan melalui mekanisme legislasi yang berlaku.
Karena itu, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah bersama lembaga legislatif sesuai kewenangannya.
Tuai Beragam Respons
Wacana pergantian nama Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda memunculkan beragam respons dari masyarakat.
Sebagian pihak menyambut baik usulan tersebut karena dianggap mampu memperkuat identitas budaya Sunda yang telah dikenal luas, baik di dalam maupun luar negeri.
Di sisi lain, ada pula masyarakat yang menilai nama Jawa Barat sudah memiliki nilai historis dan dikenal secara nasional maupun internasional. Menurut mereka, perubahan nama perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan dampak terhadap administrasi pemerintahan, pelayanan publik, maupun dokumen resmi.
Budaya Sunda Tetap Menjadi Identitas
Terlepas dari perdebatan mengenai perubahan nama provinsi, budaya Sunda selama ini telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Jawa Barat.
Mulai dari bahasa, seni tradisional, musik, kuliner, hingga nilai-nilai kearifan lokal terus diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, banyak pihak berharap pelestarian budaya tetap menjadi prioritas, baik dengan maupun tanpa perubahan nama provinsi.
Masih Sebatas Wacana
Hingga 6 Juli 2026, usulan mengganti nama Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda masih berada pada tahap pembahasan dan belum menjadi kebijakan resmi.
Pemerintah diperkirakan akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan, termasuk masukan dari masyarakat, akademisi, tokoh budaya, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan demikian, publik diharapkan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi agar memperoleh gambaran yang utuh mengenai proses dan arah kebijakan terkait usulan tersebut.
Baca Juga : BRI Pecahkan Rekor Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah! Apa Peran Danantara di Baliknya?
![]()












