Jakarta (Lensagram) – Banjir besar kembali melanda wilayah Gorontalo pada Minggu, 18 Mei 2026. Akibat curah hujan tinggi yang mengguyur sejak akhir pekan, sedikitnya 10 kelurahan terendam banjir dan menyebabkan ribuan warga terdampak.
Berdasarkan data sementara dari BPBD, sebanyak 761 kepala keluarga atau sekitar 2.692 jiwa terdampak banjir yang terjadi di dua kecamatan di Kota Gorontalo. Selain itu, ratusan rumah warga juga ikut terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Kali Serdadu
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Gorontalo dalam durasi cukup lama. Akibatnya, aliran Kali Serdadu meluap dan menggenangi permukiman warga serta area persawahan.
Wilayah yang terdampak berada di Kecamatan Kota Timur dan Kecamatan Kota Utara. Beberapa kelurahan yang terendam antara lain Heledula Utara, Moodu, Heledula Selatan, Padebuolo, Ipilo, Wongkaditi Timur, Wongkaditi Barat, Dembe Jaya, Dembe II, hingga Dulomo Utara.
Ribuan Warga Mulai Kesulitan Aktivitas
Genangan air membuat aktivitas masyarakat terganggu. Sejumlah warga dilaporkan kesulitan beraktivitas karena akses jalan tertutup banjir. Bahkan, beberapa keluarga memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman seperti masjid dan tempat penampungan sementara.
Sementara itu, pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pendataan serta penanganan darurat di lokasi terdampak. Petugas juga mulai mendistribusikan bantuan makanan dan kebutuhan dasar kepada warga.
Pemerintah Terus Salurkan Bantuan
Pemerintah Kota Gorontalo memastikan bantuan akan terus disalurkan hingga kondisi benar-benar membaik. Selain bantuan logistik, petugas juga melakukan penyedotan air di beberapa titik yang masih tergenang.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Sebelumnya, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Gorontalo.
Warga Diminta Tetap Waspada
Hingga saat ini, proses penanganan banjir masih berlangsung. Pemerintah daerah meminta warga untuk tetap berhati-hati, terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai dan daerah rawan banjir.
Selain menjaga keselamatan keluarga, masyarakat juga diminta segera melapor jika membutuhkan bantuan darurat agar proses evakuasi dan distribusi bantuan dapat berjalan lebih cepat.
![]()










