Jakarta (Lensagram) – Situasi geopolitik global kembali memanas pada 21 April 2026. Iran secara tegas mengecam langkah Amerika Serikat (AS) yang memberlakukan blokade terhadap aktivitas maritim yang berkaitan dengan negaranya di kawasan Selat Hormuz. Parlemen Iran bahkan menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah ceroboh yang berpotensi memicu krisis lebih luas.
Blokade ini muncul setelah negosiasi antara AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan. Sebagai akibatnya, Washington mengambil langkah militer dengan membatasi kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.
Di sisi lain, Iran menilai tindakan tersebut melanggar kedaulatan negara dan hukum internasional. Selain itu, pejabat Iran juga memperingatkan bahwa kebijakan ini dapat mengancam stabilitas kawasan dan memperburuk konflik yang sedang berlangsung.
Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat77
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati wilayah ini setiap harinya. Oleh karena itu, gangguan sekecil apa pun langsung berdampak pada harga energi global dan stabilitas ekonomi internasional.
Namun demikian, situasi di lapangan terus berubah. Iran sempat membuka jalur pelayaran selama masa gencatan senjata. Akan tetapi, AS tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai bentuk tekanan politik dan ekonomi.
Akibatnya, banyak kapal tanker terpaksa menunda perjalanan atau bahkan berbalik arah. Kondisi ini membuat lalu lintas laut di kawasan tersebut menurun drastis dan meningkatkan ketidakpastian pasar energi global.
Reaksi Dunia Internasional
Tidak hanya Iran, sejumlah negara juga mulai menyuarakan kekhawatiran. China, misalnya, mengecam tindakan AS yang dinilai dapat memperburuk ketegangan dan mengganggu stabilitas jalur pelayaran internasional.
Selain itu, negara-negara di kawasan Timur Tengah juga mendesak agar kedua pihak kembali ke meja perundingan. Mereka menilai solusi diplomatik jauh lebih efektif dibandingkan eskalasi militer yang berisiko memicu konflik berkepanjangan.
Dampak Global Mulai Terasa
Seiring meningkatnya ketegangan, dampak ekonomi global mulai terlihat. Harga minyak dunia mengalami tekanan akibat terganggunya distribusi energi. Bahkan, beberapa analis memperkirakan krisis ini bisa memicu lonjakan harga jika tidak segera diselesaikan.
Sebagai kesimpulan, blokade AS terhadap Iran di kawasan Selat Hormuz tidak hanya memicu reaksi keras dari Teheran, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran global. Oleh karena itu, dunia kini menunggu langkah selanjutnya dari kedua negara, apakah akan meredakan ketegangan atau justru memperparah konflik.
Baca Juga : Harga BBM Terus Naik, Benarkah Cairan Ini Diam-Diam Bikin Solar Lebih Irit?
![]()












