JAKARTA, 6 Maret 2026 – PT Satu Kosong Tujuh resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, untuk pengadaan hingga 10.000 unit kendaraan listrik (EV) secara bertahap sampai tahun 2028.
Dalam kesepakatan ambisius ini, PT Satu Kosong Tujuh berencana mengakuisisi sebanyak 10.000 unit kendaraan listrik VinFast secara bertahap hingga tahun 2028. Langkah ini menandai komitmen perusahaan untuk menjadi pelopor dalam penyediaan layanan transportasi online berbasis ekosistem hijau di Indonesia.
Optimalisasi Operasional dengan Lini Khusus Komersial
PT Satu Kosong Tujuh telah memilih dua model unggulan dari lini khusus komersial VinFast, yaitu Nerio Green (C-SUV) dan Limo Green (MPV 7-penumpang).
Visi Strategis Perusahaan
Melalui kemitraan ini, PT Satu Kosong Tujuh memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam mendukung target pemerintah Indonesia menuju netralitas karbon. Integrasi kendaraan listrik ke dalam armada operasional diproyeksikan akan memberikan keunggulan kompetitif dalam hal efisiensi biaya perawatan dan bahan bakar, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon di area perkotaan.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam mempercepat transisi energi bersih serta memperkuat pengembangan layanan transportasi online berbasis kendaraan listrik di Indonesia.
Pilih Dua Model EV untuk Kebutuhan Transportasi Online
Dalam kerja sama tersebut, PT Satu Kosong Tujuh memilih dua model kendaraan listrik dari lini komersial VinFast, yaitu Nerio Green yang merupakan tipe C-SUV, serta Limo Green yang merupakan MPV berkapasitas tujuh penumpang.
CEO PT Satu Kosong Tujuh Nirzam Pahmi (keempat dari kiri) menunjukkan dokumen Nota Kesepahaman (MoU) pengadaan 10.000 unit kendaraan listrik VinFast di Jakarta.

Pemilihan kedua model ini dinilai sesuai dengan kebutuhan pasar transportasi di Indonesia yang membutuhkan kendaraan dengan kabin luas, daya tahan tinggi, serta efisiensi biaya operasional.
Dengan penggunaan kendaraan listrik, perusahaan berharap dapat menekan biaya bahan bakar sekaligus mengurangi biaya perawatan armada dalam jangka panjang.
Dukung Target Netralitas Karbon Indonesia
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen PT Satu Kosong Tujuh dalam mendukung target pemerintah menuju netralitas karbon.
Integrasi kendaraan listrik ke dalam armada transportasi online dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap pengurangan emisi karbon, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.
CEO PT Satu Kosong Tujuh, Nirzam Pahmi, menyatakan optimisme besar terhadap kerja sama dengan VinFast.
Menurutnya, kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem mobilitas listrik yang lebih luas di Indonesia.
VinFast Perluas Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia
Di sisi lain, CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menyambut baik kemitraan dengan PT Satu Kosong Tujuh.
Ia menilai kerja sama dengan perusahaan lokal yang memiliki pengalaman di sektor transportasi akan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
“Bermitra dengan perusahaan yang memahami pasar lokal akan memungkinkan VinFast memperluas jangkauan pasar dengan cepat dan menghadirkan solusi mobilitas modern yang semakin dekat dengan konsumen Indonesia,” kata Kariyanto.
Infrastruktur EV Jadi Faktor Pendukung
Selain pengadaan kendaraan, PT Satu Kosong Tujuh juga menilai langkah VinFast dalam membangun infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia sebagai faktor penting bagi keberlanjutan operasional.
VinFast saat ini tengah membangun pabrik kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat, serta memperluas jaringan pengisian daya melalui sistem V-Green.
Kehadiran infrastruktur tersebut diyakini dapat memberikan kepastian dalam hal operasional armada, layanan purnajual, serta ketersediaan pengisian daya bagi kendaraan listrik yang akan digunakan.
Dengan dukungan teknologi, infrastruktur, serta investasi yang terus berkembang, PT Satu Kosong Tujuh optimistis bahwa transformasi menuju mobilitas hijau di Indonesia bukan lagi sekadar rencana, melainkan langkah nyata yang mulai dijalankan saat ini.
Baca Juga : Konflik Iran Makin Tegang, KBRI Siaga! Hotline Khusus untuk PMI Resmi Diumumkan
![]()











