Jakarta (Lensagram) – Anggaran pendidikan kembali menjadi sorotan. Kali ini, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mempertanyakan posisi program MBG dalam struktur belanja pendidikan nasional. Sorotan tersebut memicu respons dari pemerintah yang menegaskan komitmennya menjaga kualitas dan transparansi anggaran.
PDIP Soroti Pos Anggaran MBG
Dalam pembahasan terbaru, PDIP menilai alokasi MBG dalam anggaran pendidikan perlu diperjelas. Menurut mereka, setiap program yang menggunakan dana pendidikan harus memiliki dasar hukum, indikator kinerja, serta dampak yang terukur bagi peserta didik.
Selain itu, PDIP meminta pemerintah membuka rincian penggunaan anggaran agar publik memahami arah kebijakan tersebut. Transparansi dinilai penting, terutama karena sektor pendidikan menyerap porsi besar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah Berikan Penjelasan
Menanggapi hal itu, pemerintah menyatakan bahwa penganggaran MBG telah melalui proses perencanaan dan pembahasan bersama DPR. Pemerintah juga menegaskan bahwa alokasi dana tetap mengacu pada amanat konstitusi, yakni minimal 20 persen dari APBN untuk sektor pendidikan.
Lebih lanjut, pemerintah memastikan bahwa program yang masuk dalam komponen pendidikan bertujuan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, setiap belanja diklaim sudah melalui evaluasi dan mekanisme pengawasan internal.
Pentingnya Transparansi dan Akuntabilitas
Isu anggaran pendidikan selalu menjadi perhatian publik. Pasalnya, sektor ini berperan langsung dalam pembangunan jangka panjang. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar kebijakan yang diambil benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Di satu sisi, fungsi pengawasan dari partai politik seperti PDIP merupakan bagian dari mekanisme demokrasi. Namun di sisi lain, pemerintah juga berkewajiban memberikan penjelasan yang jelas dan berbasis data agar tidak menimbulkan spekulasi.
Apa Dampaknya bagi Dunia Pendidikan?
Sejauh ini, belum ada perubahan kebijakan terkait alokasi anggaran pendidikan. Pemerintah memastikan program belajar mengajar tetap berjalan normal. Meski demikian, diskusi mengenai MBG diperkirakan akan terus berlanjut dalam rapat-rapat pembahasan anggaran berikutnya.
Dengan demikian, polemik ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan anggaran pendidikan harus dilakukan secara hati-hati, transparan, dan berpihak pada kepentingan peserta didik.
Baca Juga : Condet Macet Parah! Proyek Galian Bikin Warga Mengeluh, PAM Jaya Akhirnya Buka Suara
![]()











