Jakarta (Lensagram) — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan program beasiswa besar-besaran untuk 150.000 guru di seluruh Indonesia yang belum menyelesaikan pendidikan D4 atau S1.
Apa Programnya?
Beasiswa ini menggunakan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan pengalaman mengajar guru dihargai sebagai kredit kuliah.
Setiap guru penerima akan mendapatkan Rp 3 juta per semester untuk menempuh pendidikan D4 atau S1.
Dana ini sudah dialokasikan dalam APBN 2026, sebagai bagian komitmen jangka panjang pemerintah.
Baca Juga : Pramono Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Turunnya Angka Pengangguran Jakarta!
Siapa yang Bisa Daftar?
Utamanya, beasiswa ditujukan untuk guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1.
Usia dan latar pendidikan bisa bervariasi, tergantung berapa banyak SKS yang diakui lewat RPL.
Proses pendaftaran dan kriteria detail akan diumumkan oleh Kemendikdasmen dalam waktu dekat.
Mengapa “Syarat Rahasianya”?
Meskipun terdengar mulia, ada beberapa “rahasia” atau poin penting yang perlu diperhatikan oleh calon pendaftar:
Pengalaman mengajar dihargai
Karena menggunakan RPL, guru bisa “mengkonversi” pengalaman mengajar lama menjadi kredit kuliah.
Tapi, tidak semua pengalaman akan diakui secara penuh — jumlah SKS yang dikonversi tergantung penilaian perguruan tinggi.
Durasi kuliah bisa lebih singkat
Karena RPL, banyak guru hanya perlu menuntaskan 44 SKS saja dalam 2 semester (tergantung berapa yang diakui).
Ini artinya beban studi bisa relatif ringan, tapi tetap mengharuskan komitmen untuk lulus tepat waktu.
Ikatan dengan PPG (Pendidikan Profesi Guru)
Setelah lulus dari program S1/D4, guru berpeluang mengikuti PPG.
Jika lulus PPG, mereka bisa mendapat tunjangan sertifikasi, yang sangat berpengaruh pada kesejahteraan.
Tidak perlu bayar sendiri
Beasiswa tersebut dibayarkan langsung ke perguruan tinggi (LPTK), sehingga guru tidak perlu menanggung biaya kuliah mandiri.
Tujuannya agar guru bisa fokus kuliah tanpa khawatir beban finansial.
Apa Manfaat untuk Guru dan Pendidikan?
Program ini bisa meningkatkan kualifikasi akademik guru, yang berdampak langsung pada kualitas pengajaran.
Dengan kualifikasi yang lebih tinggi (S1 atau D4), guru bisa lebih mudah mengakses PPG dan insentif sertifikasi.
Secara jangka panjang, beasiswa ini memperkuat misi pemerintah dalam membangun pendidikan berkualitas melalui guru yang kompeten.
Catatan Penting
Meskipun alokasi besar, program ini hanya untuk guru yang belum S1 atau D4 — jadi bukan untuk semua guru.
Penerimaan tergantung mekanisme RPL, jadi tidak semua pendaftar akan mendapatkan jumlah SKS yang sama.
Guru yang tertarik harus menunggu pengumuman resmi dari Kemendikdasmen tentang pendaftaran, mekanisme, dan syarat-syarat lengkap.
Kesimpulan
Program beasiswa 150.000 guru dari pemerintah ini adalah langkah besar dan ambisius untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Indonesia. Namun, “rahasia” di balik RPL dan mekanisme pengakuan pengalaman mengajar menunjukkan bahwa meski terbuka lebar, tidak semua guru akan mencapainya tanpa memenuhi syarat tertentu. Bagi guru yang belum D4/S1, ini bisa jadi kesempatan emas — asal paham aturan mainnya.
Baca Juga : Kenapa Pemerintah Tiba-Tiba Butuh Banyak Ahli Gizi? Ini Alasan Mengejutkannya!
![]()











