Jakarta (Lensagram) – Kasus heat stroke di Surabaya menjadi perhatian pada 2026. Kenaikan kasus hingga tiga kali lipat membuat warga perlu lebih waspada terhadap dampak cuaca panas. Kondisi ini bukan sekadar rasa gerah, tetapi juga dapat mengancam nyawa jika seseorang terlambat mendapat pertolongan.
Cuaca panas dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Selain itu, aktivitas di bawah terik matahari juga bisa meningkatkan suhu tubuh. Jika tubuh gagal mengatur suhu, seseorang berisiko mengalami heat stroke.
Lalu, apa penyebab kenaikan kasus heat stroke di Surabaya? Siapa saja yang paling berisiko, dan bagaimana cara mencegahnya?
Kasus Heat Stroke di Surabaya Jadi Perhatian
Kenaikan kasus heat stroke menjadi pengingat bagi warga untuk menjaga kesehatan saat cuaca panas. Paparan panas dalam waktu lama dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menjaga suhu tetap normal.
Selain itu, aktivitas harian di luar ruangan dapat meningkatkan risiko gangguan akibat panas. Pekerja lapangan, pengendara, pedagang, dan orang yang sering beraktivitas di bawah matahari perlu lebih berhati-hati.
Namun, warga tetap dapat melakukan pencegahan melalui langkah sederhana. Misalnya, minum air secara berkala, beristirahat di tempat teduh, dan mengurangi aktivitas berat saat cuaca sangat panas.
Apa Penyebab Heat Stroke Saat Cuaca Panas?
Heat stroke terjadi ketika tubuh tidak mampu mengendalikan suhu dengan baik. Akibatnya, suhu tubuh dapat naik dengan cepat dan mengganggu fungsi organ.
Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko heat stroke.
1. Terlalu lama terpapar matahari
Berada di bawah terik matahari dalam waktu lama dapat meningkatkan suhu tubuh. Karena itu, warga perlu mencari tempat teduh dan beristirahat secara berkala.
2. Kurang minum air
Tubuh mengeluarkan keringat untuk membantu menurunkan suhu. Namun, jika seseorang tidak mengganti cairan yang hilang, ia dapat mengalami dehidrasi. Kondisi ini membuat tubuh lebih sulit menghadapi panas.
3. Aktivitas fisik yang berat
Olahraga dan pekerjaan fisik dapat menghasilkan panas tambahan di dalam tubuh. Oleh sebab itu, orang yang bekerja di luar ruangan perlu mengatur waktu kerja serta mengambil jeda istirahat.
4. Kondisi tubuh yang rentan
Anak-anak dan lansia lebih rentan terhadap dampak cuaca panas. Selain itu, orang dengan penyakit kronis juga perlu menjaga kondisi tubuh dan membatasi paparan panas berlebihan.
Kenali Gejala Heat Stroke Sejak Dini
Warga perlu mengenali gejala gangguan akibat panas agar dapat segera mencari pertolongan. Pada tahap awal, seseorang mungkin merasa haus, pusing, lemas, sakit kepala, atau mengalami kram otot.
Namun, heat stroke dapat menimbulkan gejala yang lebih berat, seperti:
Suhu tubuh sangat tinggi.
Kebingungan atau perubahan perilaku.
Kejang.
Penurunan kesadaran.
Tubuh terasa sangat panas.
Jika seseorang mengalami kebingungan, kejang, atau penurunan kesadaran setelah terpapar panas, segera hubungi layanan darurat. Sambil menunggu bantuan, pindahkan orang itu ke tempat sejuk dan dinginkan tubuhnya dengan air sejuk atau kain basah.
Jangan memberi minum kepada orang yang tidak sadar atau sulit menelan. Selain itu, jangan menunda pertolongan medis karena heat stroke termasuk kondisi darurat.
Cara Mencegah Heat Stroke di Surabaya
Warga dapat mengurangi risiko heat stroke dengan menjaga kebiasaan sehari-hari. Pertama, minum air secara berkala dan jangan menunggu sampai merasa haus.
Kedua, kurangi aktivitas di luar ruangan saat matahari terasa sangat terik. Jika harus keluar rumah, gunakan topi atau payung untuk mengurangi paparan sinar matahari.
Selanjutnya, pilih pakaian yang ringan dan nyaman. Beristirahatlah di tempat teduh atau ruang sejuk, terutama setelah melakukan aktivitas fisik.
Bagi pekerja lapangan, pengaturan waktu kerja juga penting. Usahakan mengambil jeda istirahat dan perhatikan tanda kelelahan pada tubuh. Jika mulai merasa pusing atau lemas, hentikan aktivitas dan segera cari tempat yang lebih sejuk.
Orang tua juga perlu memastikan anak-anak dan lansia mendapat cukup cairan. Jangan biarkan mereka terlalu lama berada di tempat panas tanpa pengawasan.
Warga Perlu Lebih Waspada terhadap Cuaca Panas
Risiko heat stroke tidak boleh dianggap sepele. Paparan panas yang berlebihan dapat mengganggu fungsi tubuh dan memicu kondisi darurat.
Karena itu, warga Surabaya perlu meningkatkan kewaspadaan saat cuaca panas. Kebiasaan minum air, membatasi aktivitas di bawah matahari, dan mengenali gejala awal dapat membantu menjaga kesehatan.
Jika muncul gejala berat, segera cari bantuan medis. Langkah cepat sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk.
Baca Juga : Pentagon Siapkan Serangan 3 Hari ke Iran! Apa Target Utama Militer AS dan Dampaknya bagi Dunia?
![]()












