Jakarta (Lensagram) — Perayaan Idulfitri selalu menjadi momen yang dinanti umat Muslim di seluruh dunia. Namun, setiap tahunnya, tanggal Lebaran sering kali berbeda di beberapa negara. Lalu, bagaimana dengan tahun 2026?
Berdasarkan perhitungan astronomi dan pemantauan hilal, sejumlah negara diperkirakan akan merayakan Lebaran pada 21 Maret 2026. Hal ini pun memunculkan pertanyaan: apakah Lebaran tahun ini akan berlangsung serentak?
Penetapan Lebaran 2026
Secara umum, penentuan 1 Syawal bergantung pada dua metode, yaitu rukyatul hilal (pengamatan bulan) dan hisab (perhitungan astronomi). Oleh karena itu, perbedaan hasil sering terjadi antarnegara.
Pada tahun 2026, beberapa negara di kawasan Timur Tengah dan sebagian Asia diprediksi akan melihat hilal lebih awal. Akibatnya, mereka berpotensi menetapkan Lebaran pada 21 Maret 2026.
Negara yang Diperkirakan Lebaran 21 Maret 2026
Berikut beberapa negara yang kemungkinan besar merayakan Lebaran lebih awal:
Arab Saudi
Uni Emirat Arab
Qatar
Kuwait
Sementara itu, negara lain seperti Indonesia dan Malaysia masih menunggu hasil sidang isbat serta pengamatan hilal lokal.
Apakah Lebaran Akan Serentak?
Meskipun ada peluang kesamaan tanggal, Lebaran tidak selalu berlangsung serentak di seluruh dunia. Hal ini terjadi karena perbedaan metode penentuan dan kondisi geografis.
Namun demikian, tren beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya upaya untuk menyatukan kalender Hijriah secara global. Jika upaya ini berhasil, maka perbedaan tanggal Lebaran bisa diminimalkan di masa depan.
Kesimpulan
Singkatnya, Lebaran 2026 berpotensi jatuh pada 21 Maret di beberapa negara. Meski begitu, kepastian tanggal tetap bergantung pada hasil pengamatan hilal di masing-masing wilayah.
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah atau otoritas keagamaan setempat.
![]()











