Jakarta (Lensagram) – Menjelang musim mudik, pergerakan penumpang di Bandara Juanda mulai meningkat. Pihak pengelola memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik agar tidak terjebak kepadatan.
Manajemen Bandar Udara Internasional Juanda mencatat lonjakan jumlah penumpang sudah terlihat sejak awal pekan ini. Selain itu, maskapai juga mulai menambah frekuensi penerbangan untuk mengantisipasi tingginya permintaan tiket.
Menurut pihak bandara, tanggal 18 Maret diprediksi menjadi hari dengan jumlah penumpang tertinggi. Hal ini terjadi karena banyak masyarakat memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan menjelang hari libur.
Selain peningkatan penumpang, aktivitas penerbangan juga diperkirakan akan mengalami kenaikan signifikan. Oleh sebab itu, pengelola bandara telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Misalnya, penambahan petugas layanan, penguatan sistem keamanan, serta optimalisasi area check-in dan ruang tunggu.
Di sisi lain, penumpang juga diimbau datang lebih awal ke bandara. Idealnya, calon penumpang sudah tiba minimal dua hingga tiga jam sebelum jadwal keberangkatan. Dengan begitu, proses pemeriksaan dan check-in dapat berjalan lebih lancar.
Tidak hanya itu, pihak bandara juga mengingatkan penumpang untuk memeriksa kembali jadwal penerbangan mereka. Pasalnya, perubahan jadwal atau kepadatan penumpang bisa saja terjadi selama periode mudik.
Sementara itu, beberapa maskapai yang beroperasi di Juanda telah menyiapkan tambahan armada. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan perjalanan masyarakat tetap terpenuhi selama masa mudik.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pengelola bandara berharap arus mudik dapat berlangsung tertib dan nyaman. Namun demikian, masyarakat tetap diminta untuk merencanakan perjalanan lebih awal agar terhindar dari kepadatan pada puncak arus mudik 18 Maret mendatang.
Baca Juga : Ribuan PPPK Medan Bisa Bernapas Lega, THR dan Gaji ke-13 Resmi Diberikan
![]()











