Magetan — Setelah bertahun-tahun menghadapi masalah kekurangan dan ketidakjelasan status guru honorer, Kabupaten Magetan akhirnya mulai bernafas lega. Namun, situasi ini justru diikuti oleh kejutan baru. Sejumlah sekolah negeri di Magetan kini mengalami kelebihan guru, sementara jumlah siswanya terus menurun.
Fenomena ini mulai terlihat sejak dua tahun terakhir. Pemerataan guru yang sebelumnya menjadi solusi jangka panjang, kini berbalik menjadi tantangan baru bagi sekolah-sekolah negeri. Banyak ruang kelas yang tidak lagi terisi penuh, bahkan beberapa sekolah melaporkan penurunan jumlah murid hingga puluhan persen.
Jumlah Siswa Terus Menurun
Menurut pihak sekolah, penurunan siswa terjadi karena beberapa faktor. Pertama, semakin banyak orang tua yang memilih sekolah swasta atau madrasah karena dianggap lebih fleksibel. Kedua, angka kelahiran di wilayah Magetan terus turun, sehingga jumlah anak usia sekolah otomatis berkurang.
Selain itu, perpindahan penduduk ke kota-kota besar juga berperan, terutama bagi keluarga muda yang mencari pekerjaan dan akses pendidikan yang lebih
kompetitif.
Baca Juga : Kenapa Tiba-tiba Kepuasan SKCK Melonjak Jadi 88%? Ini Jawabannya Mengejutkan!
Guru Melimpah, Ruang Kelas Kosong
Di sisi lain, penyelesaian status guru honorer membuat distribusi tenaga pendidik menjadi lebih merata. Namun ironisnya, sebagian sekolah kini memiliki jumlah guru yang tidak sebanding dengan jumlah siswa.
Beberapa guru mengaku tetap menjalankan tugas dengan maksimal, tetapi jumlah jam mengajar menjadi jauh berkurang. Bahkan, ada guru yang harus membantu kegiatan administrasi sekolah karena tidak memiliki kelas penuh untuk diajar.
Pemerintah Daerah Mulai Evaluasi
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan mulai melakukan evaluasi menyeluruh. Kepala Dinas Pendidikan setempat menegaskan bahwa data distribusi guru dan pertumbuhan siswa harus diperbarui secara berkala agar tidak terjadi ketimpangan baru.
Pemerintah juga mempertimbangkan beberapa langkah, seperti:
Penyesuaian rasio guru dan siswa
Program penguatan sekolah negeri agar tetap diminati
Optimalisasi guru untuk kegiatan literasi, ekstrakurikuler, dan pengembangan karakter
Mendorong kolaborasi sekolah dengan komunitas lokal
Warga Tak Menyangka
Masyarakat pun terkejut dengan kondisi ini. Banyak yang tidak menyangka bahwa setelah perjuangan panjang memperjuangkan guru honorer, kini muncul masalah berbeda yang tak kalah rumit.
Namun demikian, warga berharap pemerintah segera menemukan solusi agar sekolah negeri tetap menjadi pilihan utama. Mereka juga berharap krisis ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Magetan secara keseluruhan.
Baca Juga : Uang Rp 900 Ribu Langsung Masuk! Begini Reaksi Warga Saat Terima BLT Kesra
![]()











