• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
Tuesday, 2 June 2026
  • Login
PT. Lensa Garuda Media
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
No Result
View All Result
PT. Lensa Garuda Media
No Result
View All Result
Home Tanpa Kategori

50 Siswa dalam 1 Kelas? Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Mengejutkan soal Sekolah di Jabar!

Zee by Zee
2 August 2025
in Tanpa Kategori
0
50 Siswa dalam 1 Kelas? Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Mengejutkan soal Sekolah di Jabar!

Jakarta ( Lensagram ) — Polemik soal jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) kembali memanas. Sebuah video viral memperlihatkan kondisi kelas di salah satu sekolah negeri di Jawa Barat yang dijejali hingga 50 siswa dalam satu ruangan. Kondisi ini menuai kritik tajam, termasuk dari Athalia Kamil.

Menanggapi hal itu, Anggota DPR RI sekaligus mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, akhirnya angkat bicara. Dalam keterangannya, Dedi mengungkap fakta mengejutkan soal kurangnya pembangunan sekolah di Jawa Barat sejak tahun 2020.

Dedi Mulyadi: “Kami Terpaksa!”

Menurut Dedi, penumpukan siswa dalam satu kelas bukanlah pilihan, melainkan kondisi darurat akibat minimnya pembangunan unit sekolah baru di Jawa Barat dalam lima tahun terakhir.

“Kami terpaksa menampung lebih dari 40 bahkan hingga 50 siswa dalam satu kelas karena ruang belajar yang tersedia sangat terbatas,” ujar Dedi kepada awak media.

Ia juga menyebut bahwa permintaan pembangunan sekolah sebenarnya sudah diajukan berulang kali, namun realisasi anggarannya belum terpenuhi secara maksimal.

Baca Juga  : Prabowo Umumkan Libur Nasional Mendadak! Warga Antusias, Ini Alasannya!

Minimnya Sekolah Baru Jadi Akar Masalah

Berdasarkan data yang dibagikan Dedi, sejak tahun 2020, pembangunan sekolah negeri di berbagai wilayah Jawa Barat mengalami stagnasi. Banyak sekolah yang akhirnya terpaksa menerima lebih banyak siswa dari kapasitas ideal.

“Idealnya, satu kelas itu cukup 32 siswa. Tapi faktanya, sekolah-sekolah di Jabar tidak sanggup menampung lonjakan jumlah peserta didik,” tambahnya.

Hal ini tentu berdampak pada kualitas proses belajar mengajar. Guru kewalahan, dan siswa tidak bisa mendapatkan perhatian maksimal di dalam kelas yang padat.

Seruan untuk Pemerintah Provinsi

Dedi mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera menyusun program pembangunan unit sekolah baru, khususnya di wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi seperti Bekasi, Depok, dan Bandung.

“Jangan hanya bicara mutu pendidikan, tapi sarana dan prasarananya juga harus jadi prioritas. Kalau kelasnya sesak, pendidikan tidak akan optimal,” tegasnya.

Masyarakat Mulai Bersikap Kritis

Fenomena 50 siswa dalam satu kelas mendapat banyak sorotan dari orang tua murid dan netizen. Banyak yang mempertanyakan ke mana arah kebijakan pendidikan daerah selama ini.

Dedi pun berharap semua pihak, termasuk DPRD, Dinas Pendidikan, hingga pemerintah pusat, bisa bersinergi untuk menyelesaikan persoalan mendasar ini.

Kesimpulan

Kondisi 50 siswa dalam satu kelas bukan hanya persoalan teknis, tapi mencerminkan kurangnya perhatian terhadap pembangunan sekolah. Dedi Mulyadi secara terbuka membongkar fakta yang selama ini jarang diungkap ke publik. Saatnya pemerintah dan masyarakat bersatu untuk memperjuangkan akses pendidikan yang layak dan merata di Jawa Barat.

Baca Juga : Bukan Cuma Evakuasi, Ini yang Diam-Diam Dikejar KAI Setelah Insiden Kereta!

Loading

Tags: dedi mulyadiPendidikan JabarRombel 50 SiswaSekolah Jawa BaratSekolah Padat
Zee

Zee

Artikel Sejenis

Selain Bahasa Perancis, Prabowo Juga Pernah Dorong Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah.
Tanpa Kategori

Selain Bahasa Perancis, Prabowo Juga Pernah Dorong Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah.

29 May 2026
Mahasiswa ITB Ciptakan AI Prediksi Banjir, Kini Siap Harumkan Nama Indonesia di Singapura!
Tanpa Kategori

Mahasiswa ITB Ciptakan AI Prediksi Banjir, Kini Siap Harumkan Nama Indonesia di Singapura!

29 May 2026
Anggaran Menipis? Distribusi MBG Kini Hanya 5 Hari, Banyak Warga Mulai Khawatir
Tanpa Kategori

Anggaran Menipis? Distribusi MBG Kini Hanya 5 Hari, Banyak Warga Mulai Khawatir

28 May 2026
Bukan untuk Studi? Eks Penerima LPDP Diduga Gunakan Dana Riset demi Keliling Luar Negeri
Tanpa Kategori

Bukan untuk Studi? Eks Penerima LPDP Diduga Gunakan Dana Riset demi Keliling Luar Negeri

28 May 2026
Kerja Saat Hari Libur Tapi Gaji Tak Bertambah, Banyak Karyawan Mengaku Merasa Tertipu
Tanpa Kategori

Kerja Saat Hari Libur Tapi Gaji Tak Bertambah, Banyak Karyawan Mengaku Merasa Tertipu

26 May 2026
Libur Panjang di Depan Mata? Ini Fakta 28-29 Mei 2026 Jadi Cuti Bersama atau Tidak!
Tanpa Kategori

Libur Panjang di Depan Mata? Ini Fakta 28-29 Mei 2026 Jadi Cuti Bersama atau Tidak!

26 May 2026

Berita Terbaru

Selain Bahasa Perancis, Prabowo Juga Pernah Dorong Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah.

Selain Bahasa Perancis, Prabowo Juga Pernah Dorong Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah.

29 May 2026
Mahasiswa ITB Ciptakan AI Prediksi Banjir, Kini Siap Harumkan Nama Indonesia di Singapura!

Mahasiswa ITB Ciptakan AI Prediksi Banjir, Kini Siap Harumkan Nama Indonesia di Singapura!

29 May 2026
Anggaran Menipis? Distribusi MBG Kini Hanya 5 Hari, Banyak Warga Mulai Khawatir

Anggaran Menipis? Distribusi MBG Kini Hanya 5 Hari, Banyak Warga Mulai Khawatir

28 May 2026
Bukan untuk Studi? Eks Penerima LPDP Diduga Gunakan Dana Riset demi Keliling Luar Negeri

Bukan untuk Studi? Eks Penerima LPDP Diduga Gunakan Dana Riset demi Keliling Luar Negeri

28 May 2026

Berita Populer

  • Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    Bantuan Pendidikan Dialihkan, Sekolah Swasta Jabar Kehilangan Ratusan Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramono Anung dan Rano Karno Raih Kemenangan Pilkada DKI Jakarta 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Bekasi Mengadu! Dedi Mulyadi Kaget Dengar Keluhan Soal Uang Jutaan ke Oknum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ridwan Kamil-Suswono Memutuskan Tidak Melaporkan Hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Status BPJS Nonaktif Tapi Masih Ditagih? Ternyata Ini Alasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT. Lensa Garuda Media

Lensagram adalah organisasi media yang berfokus pada bahasan lingkungan, sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Lensagram berawal dari sebuah channel Youtube yang aktif membahas berbagai isu-isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat dan juga mewawancarai sejumlah tokoh.

Ikuti Kami

Artikel Terbaru

Selain Bahasa Perancis, Prabowo Juga Pernah Dorong Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah.

Selain Bahasa Perancis, Prabowo Juga Pernah Dorong Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah.

29 May 2026
Mahasiswa ITB Ciptakan AI Prediksi Banjir, Kini Siap Harumkan Nama Indonesia di Singapura!

Mahasiswa ITB Ciptakan AI Prediksi Banjir, Kini Siap Harumkan Nama Indonesia di Singapura!

29 May 2026
Anggaran Menipis? Distribusi MBG Kini Hanya 5 Hari, Banyak Warga Mulai Khawatir

Anggaran Menipis? Distribusi MBG Kini Hanya 5 Hari, Banyak Warga Mulai Khawatir

28 May 2026
Bukan untuk Studi? Eks Penerima LPDP Diduga Gunakan Dana Riset demi Keliling Luar Negeri

Bukan untuk Studi? Eks Penerima LPDP Diduga Gunakan Dana Riset demi Keliling Luar Negeri

28 May 2026

Kategori Berita

  • Budi Leluhur
  • Dokumenter
  • Healing
  • Lagirame
  • Suara Mereka
  • Tanpa Dasi
  • Tanpa Kategori
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

  • Beranda
  • Dokumenter
  • Tanpa Dasi
  • Budi Leluhur
  • Healing
  • Suara Mereka
  • Lagirame
  • Informasi Lainnya
    • Login
    • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak Kami

© 2025 PT. Lensa Graha Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist