Jakarta (Lensagram) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah Indonesia kini menarik perhatian dunia. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa para pakar dari White House atau kantor kepresidenan Amerika Serikat sedang mempelajari pelaksanaan program tersebut.
Menurut Prabowo, fokus perhatian internasional ini menunjukkan bahwa MBG bukan sekadar program nasional biasa. Dia mengatakan bahwa pihak luar negeri melihat potensi besar program ini sebagai investasi jangka panjang bagi perekonomian dan kesehatan masyarakat.
Prabowo menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Bogor, Jawa Barat, pada Senin siang. Ia menjelaskan bahwa MBG kini telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk anak sekolah, ibu hamil, dan lansia.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya dinilai efektif dari segi gizi, tetapi juga dari aspek ekonomi. Ia menyebut bahwa satu dolar atau satu rupiah yang diinvestasikan dalam program MBG dapat menimbulkan dampak ekonomi berlipat ganda dalam jangka panjang.
Selain itu, kunjungan dan kajian dari lembaga internasional seperti Rockefeller Institute juga semakin memperkuat citra positif program ini di mata dunia. Para pakar tersebut menilai MBG sebagai salah satu investasi terbaik yang bisa dilakukan oleh sebuah negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Meski dianggap berhasil dan menjadi sorotan global, Prabowo tetap menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki dan memperluas jangkauan MBG. Ia berharap Indonesia bisa menjadi role model bagi negara lain dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang efektif dan berdampak luas.
Dengan meningkatnya perhatian internasional, langkah pemerintah dalam menjalankan MBG kini tidak hanya menjadi isu domestik, tetapi juga bagian dari perhatian global terhadap kebijakan publik Indonesia.
Baca Juga : Banjir Rendam Jalan, Rute Mikrotrans dan Transjakarta Berubah
![]()










