Jakarta (Lensagram) – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purworejo mengalami kendala serius. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa keberadaan dapur “liar” atau dapur tidak resmi menjadi salah satu faktor utama yang menghambat kelancaran program tersebut. Temuan ini mencuat pada Jumat, 17 Januari 2026, dan langsung menjadi perhatian publik.
Menurut BGN, dapur liar tersebut beroperasi tanpa izin dan tidak memenuhi standar keamanan pangan yang telah ditetapkan. Akibatnya, distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat tidak berjalan optimal. Selain itu, kondisi ini juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak sebagai sasaran utama program MBG.
Lebih lanjut, BGN menjelaskan bahwa setiap dapur MBG wajib memenuhi standar kebersihan, kualitas bahan pangan, serta proses pengolahan makanan. Namun, dapur liar dinilai mengabaikan ketentuan tersebut. Oleh karena itu, keberadaannya justru mengganggu tujuan utama program, yaitu meningkatkan gizi masyarakat secara aman dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama BGN terus melakukan pendataan dan pengawasan ketat terhadap dapur penyedia MBG. Langkah ini dilakukan agar hanya dapur resmi yang terlibat dalam pelaksanaan program. Dengan demikian, kualitas makanan yang dibagikan dapat terjamin dan sesuai dengan pedoman nasional.
Selain penertiban, BGN juga mendorong pengelola dapur yang belum terdaftar agar segera mengurus perizinan dan memenuhi standar yang berlaku. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan MBG tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kualitas gizi.
Sementara itu, masyarakat diminta untuk ikut berperan aktif. Jika menemukan aktivitas dapur MBG yang mencurigakan atau tidak resmi, warga diimbau segera melapor kepada pihak berwenang. Partisipasi publik dinilai penting untuk menjaga transparansi dan keberhasilan program.
Dengan penanganan yang tepat, BGN optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan optimal di Purworejo. Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas gizi nasional.
Baca Juga : Viral! Aksi Sopir JakLingko Bikin Warga Duren Sawit Waswas, Dilaporkan Lewat Aplikasi Jaki
![]()











