Jakarta (Lensagram) — Wilayah Jawa Barat mengalami aktivitas kegempaan yang cukup tinggi sepanjang tahun 2025. Berdasarkan catatan terbaru, sebanyak 1.242 gempa bumi mengguncang Jawa Barat, dengan kejadian di Bekasi tercatat sebagai yang paling berdampak bagi masyarakat.
Informasi ini menunjukkan bahwa Jawa Barat masih menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas seismik aktif. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat tetap menjadi hal penting.
Ribuan Gempa Terjadi Sepanjang Tahun
Sepanjang 2025, gempa bumi di Jawa Barat terjadi dengan intensitas yang bervariasi. Sebagian besar gempa berkekuatan kecil hingga menengah. Meski demikian, getaran tetap dirasakan di sejumlah daerah dan menimbulkan kepanikan warga.
Selain itu, beberapa gempa tercatat terjadi di darat dan dekat permukiman, sehingga dampaknya terasa lebih luas.
Baca Juga : Cuaca Tak Biasa Mengintai Jatim! BMKG Ungkap Ancaman Serius hingga 10 Januari
Bekasi Paling Berdampak
Dari seluruh kejadian gempa, wilayah Bekasi menjadi daerah yang paling merasakan dampak signifikan. Getaran gempa sempat dirasakan kuat oleh warga dan menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas masyarakat sempat terganggu. Meski tidak menimbulkan kerusakan besar, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Faktor Aktivitas Gempa di Jabar
Jawa Barat berada di wilayah yang dipengaruhi oleh zona pertemuan lempeng tektonik dan aktivitas sesar aktif. Kondisi inilah yang membuat wilayah ini rawan mengalami gempa bumi.
Selain itu, aktivitas sesar lokal juga berperan dalam memicu gempa dangkal yang getarannya mudah dirasakan masyarakat.
Imbauan untuk Masyarakat
Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk:
Tetap tenang saat terjadi gempa
Mengetahui jalur evakuasi di lingkungan sekitar
Mengamankan barang-barang berat di dalam rumah
Mengikuti informasi resmi dari instansi terkait
Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko akibat gempa dapat diminimalkan.
Tetap Waspada ke Depan
Meski tahun 2025 telah berlalu, potensi gempa di Jawa Barat tetap ada. Oleh sebab itu, edukasi dan kesiapan menghadapi bencana perlu terus ditingkatkan agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi kejadian serupa di masa mendatang.
Baca Juga : Tanpa Ribet! TransJakarta Buka Booking Royaltrans Rute Favorit Ini
![]()











