Jakarta (Lensagram) — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Jailolo, Maluku Utara, pada Jumat siang. Meski tidak berpotensi tsunami, para ahli menilai gempa ini bukan kejadian biasa. Pasalnya, gempa tergolong dangkal dan dipicu oleh deformasi kerak bumi yang aktif di wilayah tersebut.
Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa terjadi pada kedalaman relatif dangkal. Oleh karena itu, getaran terasa cukup kuat di sekitar pusat gempa. Warga setempat bahkan dilaporkan sempat panik dan berhamburan keluar rumah saat guncangan terjadi.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan besar maupun korban jiwa. Meski begitu, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Lebih lanjut, para pakar menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas deformasi kerak bumi. Artinya, pergeseran atau tekanan pada lapisan batuan di bawah permukaan bumi menjadi penyebab utama terjadinya guncangan. Kondisi ini berbeda dengan gempa akibat aktivitas lempeng besar, sehingga pola dan dampaknya bisa lebih sulit diprediksi.
Selain itu, wilayah Maluku Utara memang dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi. Oleh sebab itu, kejadian gempa seperti ini masih berpotensi terjadi kembali di masa mendatang.
Sementara itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Pastikan hanya mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang agar tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu.
Sebagai langkah antisipasi, warga juga disarankan untuk memahami prosedur evakuasi serta menyiapkan perlengkapan darurat. Dengan begitu, risiko saat terjadi gempa dapat diminimalkan.
Kesimpulan:
Gempa M 5,1 di Jailolo menjadi pengingat bahwa aktivitas bawah permukaan bumi masih sangat dinamis. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana alam.
Baca Juga : Warga Mulai Resah, Harga BBM dan LPG 12 Kg Naik—Masih Ada Kenaikan Lagi?
![]()











