Jakarta (Lensagram) — Warga Solo Baru dibuat kaget setelah Bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 6 resmi berhenti beroperasi mulai 1 Januari 2026. Penghentian layanan ini terjadi karena subsidi operasional tidak lagi diberikan, sehingga operasional bus tidak dapat dilanjutkan.
Sebelumnya, BST Koridor 6 melayani rute Solo Baru–pusat Kota Solo dan menjadi andalan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. Selain itu, bus ini banyak digunakan oleh pelajar, pekerja, hingga warga yang ingin bepergian dengan transportasi umum yang terjangkau.
Namun demikian, sejak awal tahun 2026, bus tersebut tidak lagi terlihat beroperasi di jalan. Hal ini pun langsung dirasakan oleh warga Solo Baru yang selama ini bergantung pada layanan BST.
Menurut informasi yang disampaikan, penghentian subsidi menjadi alasan utama berhentinya operasional Koridor 6. Tanpa dukungan dana tersebut, pengelola tidak mampu menutup biaya operasional harian, termasuk bahan bakar, perawatan armada, dan gaji kru.
Akibatnya, warga kini harus mencari alternatif transportasi lain, seperti kendaraan pribadi, ojek online, maupun angkutan umum lain yang tersedia. Di sisi lain, sebagian warga berharap pemerintah daerah dapat mengevaluasi kebijakan ini agar layanan transportasi publik tetap berjalan.
Selain berdampak pada mobilitas masyarakat, berhentinya BST Koridor 6 juga menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya kemacetan di kawasan Solo Baru. Pasalnya, banyak pengguna bus yang terpaksa beralih ke kendaraan pribadi.
Ke depan, warga berharap ada solusi konkret, baik melalui pengembalian subsidi maupun skema pendanaan baru, agar transportasi umum di Solo Raya tetap berkembang dan mudah diakses oleh semua kalangan.
Baca Juga : Jakarta Lebih Lancar di 2025? Polisi Ungkap Fakta yang Bikin Kaget
![]()











