Jakarta (Lensagram) – Suasana aksi unjuk rasa di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, pada Sabtu 30 Agustus 2025 mendadak berbeda ketika sejumlah massa aksi menyampaikan curhat langsung kepada aparat TNI yang berjaga. Momen itu sontak mengundang perhatian publik dan membuat banyak orang merinding.
Di tengah teriakan yel-yel, beberapa perwakilan massa mendekat dan berbicara dengan TNI. Mereka menceritakan keresahan hidup sehari-hari, mulai dari tingginya harga kebutuhan pokok, sulitnya mencari pekerjaan, hingga beban biaya pendidikan. Dengan suara bergetar, mereka menegaskan bahwa aksi ini bukan semata-mata ingin ricuh, melainkan bentuk jeritan hati rakyat.
Baca Juga : Sindiran Pedas Prabowo ke Para Bupati: ‘Stop Pencitraan, Fokus Kerja!’
“Kami hanya ingin didengar. Hidup makin sulit, harga-harga naik, sementara penghasilan tidak sebanding. Tolong sampaikan keluhan kami kepada pemerintah,” ujar salah satu orator di lokasi.
Aparat TNI yang mendengarkan curhatan tersebut terlihat menenangkan massa. Mereka meminta agar unjuk rasa tetap berlangsung damai dan tidak menimbulkan kerusuhan. Respons tenang dan humanis itu membuat suasana lebih kondusif, meski situasi di lapangan masih dipenuhi ribuan massa.
Beberapa warga yang menyaksikan kejadian ini ikut terharu. Mereka menilai, curhatan massa mencerminkan realitas yang banyak dirasakan masyarakat luas. Warganet pun ramai membicarakan momen tersebut di media sosial, menyebutnya sebagai potret nyata penderitaan rakyat yang akhirnya tersampaikan.
Pemerintah sendiri diminta segera merespons tuntutan dan keluhan masyarakat agar aksi lanjutan tidak semakin memanas. Masyarakat berharap dialog terbuka bisa menjadi jalan keluar terbaik.
Baca Juga : Warga Kesal! Demo Boleh, Tapi Jangan Sampai Begini…