Jakarta (Lensagram) – Pemerintah akan meluncurkan program rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu pada akhir 2026. Program ini menyasar 25,16 juta warga dewasa dari kelompok ekonomi bawah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program ini masuk dalam agenda stimulus pemerintah akhir tahun. Rencananya, pemerintah mulai menjalankan program ini pada Desember 2026.
Melalui program ini, pemerintah ingin memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Lalu, siapa saja yang bisa mendapat rekening gratis Rp50 ribu?
3 Syarat Penerima Rekening Gratis Rp50 Ribu
Pemerintah sudah menetapkan tiga kriteria utama bagi calon penerima pada tahap awal. Berikut syarat yang perlu masyarakat ketahui:
Masuk kelompok desil 1-4. Artinya, calon penerima berasal dari kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi paling bawah.
Berusia minimal 17 tahun. Program ini menyasar warga yang sudah masuk usia dewasa.
Masuk dalam data pemerintah. Pemerintah akan memakai basis data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menentukan calon penerima.
Dengan kriteria ini, pemerintah ingin memprioritaskan warga yang belum memiliki akses ke layanan keuangan secara luas.
Setiap Rekening Mendapat Saldo Awal Rp50 Ribu
Airlangga menjelaskan, setiap rekening baru akan mendapat saldo awal Rp50 ribu. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,28 triliun untuk mendukung program ini.
Selain itu, pemerintah menargetkan 25,16 juta warga sebagai penerima pada tahap awal. Data calon penerima akan disiapkan bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Namun, pemerintah masih membahas aturan dan data penerima. Kementerian terkait juga perlu menyelaraskan data agar program ini tepat sasaran.
Kapan Rekening Gratis Mulai Dibagikan?
Airlangga memberi sinyal bahwa pemerintah akan merealisasikan program ini pada Desember 2026. Meski begitu, pemerintah masih mematangkan sejumlah aturan teknis bersama kementerian dan lembaga terkait.
Program ini juga menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin memperluas akses warga terhadap layanan perbankan.
Bahkan, pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional naik dari 93 persen menjadi mendekati 99 persen.
Apa Tujuan Program Satu Orang Satu Rekening?
Program rekening gratis bukan hanya soal memberi saldo Rp50 ribu kepada masyarakat. Pemerintah juga ingin mendorong lebih banyak warga memakai layanan perbankan.
Ke depan, rekening ini dapat mendukung penyaluran bantuan pemerintah. Selain itu, masyarakat bisa memanfaatkan layanan keuangan untuk kegiatan produktif.
Meski demikian, masyarakat masih perlu menunggu pengumuman resmi mengenai cara pembukaan rekening dan mekanisme penyaluran saldo.
Jadi, warga yang masuk kelompok desil 1-4 dan berusia minimal 17 tahun perlu mencermati perkembangan program ini. Pemerintah masih mematangkan data serta aturan sebelum rekening gratis mulai meluncur pada akhir 2026.
Baca Juga: Mahasiswa Trisakti Kembali Bergerak, Setneg Bakal Didatangi untuk Tagih Janji!
![]()










