Jakarta (Lensagram) – Harga cabai rawit di Pasar Baru Bekasi menembus Rp 80.000 per kilogram jelang Ramadhan. Kenaikan harga ini langsung dikeluhkan pembeli karena dinilai cukup membebani pengeluaran harian.
Sejumlah pedagang menyebut, lonjakan harga cabai rawit terjadi secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir. Jika sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp 50.000–Rp 60.000 per kilogram, kini angka tersebut melonjak hingga Rp 80.000 per kilogram.
Pasokan Berkurang, Permintaan Meningkat
Menurut pedagang, kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh pasokan yang berkurang dari sentra produksi. Selain itu, faktor cuaca yang tidak menentu turut memengaruhi hasil panen. Akibatnya, distribusi cabai ke pasar menjadi tersendat.
Di sisi lain, permintaan cabai rawit justru meningkat menjelang Ramadhan. Banyak warga mulai berbelanja lebih awal untuk persiapan kebutuhan dapur. Kondisi ini kemudian mendorong harga naik lebih cepat.
“Sudah beberapa hari ini naik terus. Barangnya juga datangnya tidak sebanyak biasanya,” ujar salah satu pedagang di Pasar Baru Bekasi, Rabu (19/2/2026).
Pembeli Mulai Mengurangi Belanja
Kenaikan harga cabai rawit membuat sebagian pembeli mengurangi jumlah pembelian. Bahkan, ada yang memilih membeli setengah kilogram atau seperempat kilogram agar tetap bisa menyesuaikan anggaran.
Meski demikian, cabai rawit tetap menjadi kebutuhan pokok bagi banyak keluarga. Oleh karena itu, pembeli berharap harga segera stabil sebelum memasuki bulan puasa.
Potensi Harga Masih Berfluktuasi
Sementara itu, pedagang memperkirakan harga cabai rawit masih berpotensi mengalami fluktuasi dalam beberapa hari ke depan. Jika pasokan kembali normal, harga kemungkinan turun secara bertahap. Namun, jika distribusi tetap terhambat, harga bisa bertahan di level tinggi.
Untuk itu, masyarakat disarankan memantau perkembangan harga dan menyesuaikan kebutuhan belanja. Selain itu, pembeli juga bisa mempertimbangkan alternatif bahan pangan lain jika harga cabai terus meningkat.
Kenaikan harga cabai rawit di Pasar Baru Bekasi ini menjadi perhatian warga jelang Ramadhan. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga agar tidak semakin memberatkan masyarakat.
Baca Juga : Jelang Ramadhan, Warga Tetap Borong Sayur Meski Harga Naik Tajam!
![]()











