Jakarta (Lensagram) – Setelah banjir yang merendam sejumlah wilayah Jakarta mulai surut, warga kini harus menghadapi masalah baru. Tumpukan sampah dan kerusakan jalan muncul di berbagai titik, sehingga menimbulkan keluhan dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi sejak awal pekan lalu memang telah meninggalkan dampak serius. Tidak hanya merendam rumah dan fasilitas umum, banjir juga membawa berbagai jenis sampah yang kini menumpuk di jalan, selokan, dan area permukiman warga.
Sampah Menumpuk, Lingkungan Terancam
Di beberapa wilayah seperti Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara, sampah terlihat menggunung setelah air surut. Sampah rumah tangga, plastik, kayu, hingga lumpur bercampur menjadi satu. Akibatnya, bau tidak sedap mulai tercium dan menimbulkan kekhawatiran akan munculnya penyakit.
Selain itu, saluran air yang tersumbat sampah berpotensi memicu banjir kembali jika hujan turun. Warga pun berharap penanganan sampah bisa dilakukan dengan cepat dan menyeluruh agar kondisi lingkungan segera membaik.
Jalan Rusak Ganggu Aktivitas Warga
Tidak hanya sampah, kerusakan jalan juga menjadi masalah serius pascabanjir. Banyak ruas jalan berlubang, retak, bahkan ambles akibat tergerus air. Kondisi ini membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Beberapa warga mengaku harus ekstra hati-hati saat melintas karena lubang jalan tertutup lumpur dan genangan sisa banjir. Bahkan, kemacetan sempat terjadi di beberapa titik karena kendaraan terpaksa melambat.
Upaya Pemerintah Mulai Dilakukan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui dinas terkait mulai melakukan pembersihan sampah dan perbaikan jalan secara bertahap. Petugas kebersihan dikerahkan untuk mengangkut sampah dari permukiman dan jalan utama.
Selain itu, pemerintah juga melakukan pendataan terhadap ruas jalan yang mengalami kerusakan parah. Perbaikan darurat dilakukan agar jalan tetap bisa dilalui sambil menunggu perbaikan permanen.
Meski demikian, proses penanganan membutuhkan waktu karena luasnya wilayah terdampak. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau warga untuk bersabar dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.
Peran Warga Sangat Dibutuhkan
Di sisi lain, partisipasi masyarakat menjadi kunci penting dalam pemulihan pascabanjir. Warga diharapkan tidak membuang sampah sembarangan dan ikut bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar.
Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Jakarta bisa segera pulih dan risiko banjir berulang dapat diminimalkan. Ke depan, pengelolaan sampah dan perbaikan infrastruktur menjadi perhatian utama agar masalah serupa tidak terus berulang.
Baca Juga : Bukan Sekadar Hujan! Fakta di Balik Banjir Jakarta yang Rendam 12 RT
![]()











