Jakarta (Lensagram) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tegas kepada jajaran pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa pejabat BUMN harus siap mengabdi kepada negara. Jika tidak sanggup, ia meminta agar yang bersangkutan segera mundur dari jabatannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuan dengan para petinggi BUMN. Ia menekankan bahwa posisi strategis di perusahaan negara bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu, Prabowo meminta seluruh pimpinan BUMN bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab.
Selain itu, Prabowo juga mengingatkan bahwa BUMN memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, kinerja BUMN harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, tidak ada ruang bagi pimpinan yang bekerja setengah hati atau hanya mengejar kepentingan pribadi.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja pimpinan BUMN. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan setiap pemimpin mampu menjalankan tugas secara optimal, transparan, dan berorientasi pada hasil. Jika ditemukan kinerja yang tidak sesuai harapan, pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas.
Pernyataan keras tersebut sontak menjadi perhatian publik. Pasalnya, pesan Prabowo dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah ingin melakukan pembenahan serius di tubuh BUMN. Banyak pihak menilai langkah ini penting untuk memperkuat tata kelola perusahaan negara ke depan.
Dengan sikap tegas ini, Prabowo berharap seluruh pimpinan BUMN semakin disiplin dan fokus menjalankan tugasnya. Pemerintah pun menargetkan BUMN dapat menjadi motor penggerak pembangunan nasional yang bersih, kuat, dan berdaya saing tinggi.
Baca Juga : Tarif Listrik Terbaru Berlaku 12–18 Januari 2026, Token Rp 50.000 Masih Worth It?
![]()











