Jakarta (Lensagram) – Aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah titik Jakarta pada Sabtu, 30 Agustus 2025, kembali menuai sorotan warga. Mereka mengaku tidak masalah dengan unjuk rasa sebagai bentuk penyampaian aspirasi, namun meminta massa aksi tidak bertindak anarkis.
Sejumlah warga yang ditemui di sekitar lokasi demo menegaskan bahwa mereka mendukung kebebasan berpendapat. Namun, mereka juga kesal ketika aksi berubah menjadi perusakan fasilitas umum. Menurut mereka, dampaknya justru merugikan masyarakat sekitar yang tidak ikut dalam aksi.
“Demo boleh, itu hak setiap orang. Tapi jangan sampai merusak fasilitas umum. Kami yang tinggal di sini juga ikut menanggung akibatnya,” ujar Rudi, seorang warga di kawasan Senen.
Baca Juga : Ribuan Massa Padati Sudirman hingga Kwitang! Jakarta Siang Ini Macet Parah!
Hal senada disampaikan oleh warga lainnya. Mereka berharap massa aksi bisa menyampaikan tuntutan secara damai. Apalagi, kerusakan fasilitas umum seperti halte, pagar pembatas jalan, hingga lampu lalu lintas akan menyulitkan banyak orang, terutama pengguna transportasi harian.
Selain itu, arus lalu lintas juga mengalami kemacetan panjang akibat aksi. Warga mengaku harus mencari jalur alternatif agar bisa tetap beraktivitas. Kondisi inilah yang memicu rasa kesal dan lelah, meski mereka memahami maksud massa aksi.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah mengimbau agar massa tetap menjaga ketertiban. Mereka juga menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi tanpa merugikan warga lain.
Dengan adanya imbauan ini, masyarakat berharap aksi berikutnya bisa berlangsung lebih tertib, aman, dan tetap menjaga fasilitas umum yang digunakan bersama.
Baca Juga : Gawat! Dolar AS Tembus Rp 16.500, Rupiah Bakal Ambruk?