Jakarta (Lensagram) – Warga Kebon Pala, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, kembali harus menghadapi banjir. Dalam 10 hari terakhir, kawasan ini sudah terendam air sebanyak tiga kali. Uniknya, banjir di wilayah ini cepat surut, namun tak lama kemudian datang lagi.
Salah satu warga, Ahmad (45), mengaku keheranan dengan kondisi tersebut. “Air bisa surut dalam hitungan jam, tapi besok atau lusa datang lagi. Kami capek bersih-bersih rumah,” ujarnya.
Baca Juga : Warga Luar Jakarta Gigit Jari! Rekrutmen Damkar Hanya untuk yang Tinggal di Ibu Kota?
Banjir yang melanda Kebon Pala biasanya dipicu oleh luapan Sungai Ciliwung setelah hujan deras di wilayah hulu. Meski hujan tidak terjadi langsung di kawasan tersebut, kiriman air dari Bogor dan sekitarnya kerap membuat permukaan air sungai naik secara cepat.
Ketua RT setempat, Nurhayati, mengatakan pihaknya sudah beberapa kali melaporkan masalah ini kepada pemerintah daerah. “Kami berharap ada solusi permanen, bukan hanya evakuasi setiap banjir datang,” tegasnya.
Menanggapi kondisi ini, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, berjanji akan melakukan pengerukan sungai secara menyeluruh di Jakarta, termasuk di kawasan Kebon Pala. “Kami ingin mengurangi risiko banjir dengan membersihkan endapan lumpur dan sampah di sungai. Ini harus dikerjakan total, bukan setengah-setengah,” kata Rano.
Warga berharap langkah ini bisa segera terealisasi agar banjir yang berulang bisa diatasi. “Kami sudah lelah menghadapi banjir berkali-kali. Mudah-mudahan janji pemerintah segera terbukti,” tambah Ahmad.
Banjir di Kebon Pala menjadi pengingat bahwa masalah banjir Jakarta bukan hanya soal curah hujan tinggi, tapi juga pengelolaan sungai dan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencari solusi jangka panjang.
Baca Juga : Prabowo Kejutkan Publik: HUT RI Ke-80 Tanpa Kemewahan, Ada Apa?