Jakarta ( Lensagram ) – Kawasan Blok M Jakarta Selatan akan mengalami transformasi besar-besaran. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan proyek penggabungan tiga taman ikonik di kawasan ini rampung pada akhir tahun 2025. Langkah ini membuat banyak warga terkejut sekaligus penasaran dengan wajah baru Blok M ke depan.
Proyek ini akan menyatukan Taman Langsat, Taman Martha Tiahahu, dan sebagian dari Taman Mataram menjadi satu kawasan terbuka hijau terpadu yang lebih luas, ramah lingkungan, dan nyaman untuk publik.
Pramono: “Kita Ingin Blok M Jadi Ruang Hijau Modern untuk Semua”
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Pramono Nugroho, menjelaskan bahwa penggabungan taman ini merupakan bagian dari visi besar tata kota Jakarta. Ia menegaskan bahwa Blok M akan menjadi ikon ruang hijau modern yang tidak hanya indah, tetapi juga fungsional dan mendukung gaya hidup urban.
“Kami ingin menciptakan ruang hijau yang terintegrasi, multifungsi, dan mudah diakses warga. Tiga taman ini akan dihubungkan dengan jalur pedestrian dan area interaksi publik,” ujar Pramono dalam konferensi pers, Kamis (10/7/2025).
Baca Juga : Wajah di KTP Terlihat ‘Hilang’? Ini Tanggapan Mengejutkan dari Dukcapil!
Warga Terkejut, Tapi Antusias Menyambut Perubahan
Berita penggabungan ini membuat sebagian warga Blok M dan sekitarnya kaget, terutama karena selama ini taman-taman tersebut berfungsi secara terpisah. Namun, setelah memahami konsepnya, mereka menyambut baik perubahan tersebut.
“Awalnya kaget sih, tapi ternyata konsepnya menarik. Kalau jadi satu, pasti lebih luas dan banyak ruang untuk aktivitas,” kata Reni, warga Kebayoran Baru.
Proyek ini juga diharapkan mendorong peningkatan sektor ekonomi kreatif, pariwisata lokal, serta menjadi ruang ekspresi komunitas dan seniman ibu kota.
Fasilitas Lengkap, Ramah Lingkungan, dan Modern
Taman gabungan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti:
- Jalur sepeda dan jogging
- Area bermain anak
- Amphitheater terbuka
- Wifi publik
- Kafe ramah lingkungan
- Toilet bersih dan akses difabel
Transisi dari taman-taman lama ke taman baru akan dilakukan bertahap agar tidak mengganggu aktivitas warga. Pembangunan fisik dijadwalkan mulai pada Agustus 2025.
Kesimpulan
Dengan penggabungan tiga taman ini, wajah Blok M akan berubah total. Proyek ini bukan hanya tentang ruang hijau, tetapi tentang menciptakan ruang hidup yang sehat dan dinamis bagi masyarakat urban Jakarta.
Baca Juga : Detik-Detik Gempa 4,6 Mag Guncang Ambon: Warga Menjerit, Suara Menggelegar Gegerkan Kota!