Jakarta (Lensagram) – Sejumlah SPBU Shell dilaporkan kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di beberapa wilayah. Kondisi ini langsung memicu perhatian publik, terutama pengguna kendaraan yang bergantung pada layanan SPBU swasta tersebut.
Menanggapi situasi itu, Shell Indonesia akhirnya buka suara. Perusahaan menyatakan telah memohon rekomendasi impor BBM untuk tahun 2026 sebagai langkah antisipasi agar pasokan energi tetap terjaga.
Menurut Shell, kekosongan stok BBM di SPBU terjadi akibat terganggunya rantai pasok serta keterbatasan kuota impor yang berlaku. Oleh karena itu, Shell menilai rekomendasi impor menjadi solusi penting untuk mencegah kelangkaan BBM berulang di masa mendatang.
Selain itu, Shell menegaskan bahwa permohonan rekomendasi impor ini diajukan sesuai dengan aturan pemerintah. Perusahaan juga mengklaim terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses distribusi BBM bisa kembali normal secepat mungkin.
Sementara itu, konsumen berharap pemerintah segera merespons permohonan tersebut. Pasalnya, kekosongan BBM di SPBU dinilai dapat berdampak langsung pada aktivitas masyarakat dan sektor transportasi.
Di sisi lain, pengamat energi menilai kejadian ini menjadi peringatan penting soal ketahanan energi nasional. Mereka mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem perizinan impor dan distribusi BBM, khususnya bagi badan usaha swasta.
Hingga saat ini, Shell menyatakan tetap berupaya menjaga pelayanan kepada pelanggan sembari menunggu kejelasan rekomendasi impor BBM untuk tahun 2026.
Baca Juga : Jabodetabek Masuk Daftar Bahaya, BMKG Rilis Peringatan Serius
![]()










