Jakarta ( Lensagram ) – Program pendidikan baru bertajuk Sekolah Rakyat resmi dimulai pada 14 Juli 2025 mendatang. Yang mengejutkan, lebih dari 9.700 siswa dari seluruh Indonesia telah mendaftar hanya dalam waktu beberapa minggu sejak pendaftaran dibuka. Antusiasme masyarakat terhadap sekolah ini terus meningkat dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform sosial media.
Apa Itu Sekolah Rakyat?
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan alternatif yang digagas oleh pemerintah sebagai bagian dari visi pemerataan pendidikan. Sekolah ini dirancang untuk menjangkau siswa dari kalangan menengah ke bawah, terutama mereka yang mengalami kendala akses pendidikan formal.
Menariknya, sekolah ini tidak memungut biaya alias gratis sepenuhnya, bahkan menyediakan fasilitas pembelajaran digital dan bantuan logistik bagi peserta didik yang membutuhkan.
Baca Juga : Main Judi Online Tapi Masih Dapat Bansos? Ini Permintaan Mengejutkan untuk Kemensos!
Kenapa Ribuan Siswa Langsung Daftar?
Ada beberapa alasan utama yang membuat ribuan siswa langsung tertarik mendaftar Sekolah Rakyat, antara lain:
- Bebas biaya pendidikan: Tidak ada pungutan SPP, uang buku, atau biaya lainnya.
- Fleksibel secara waktu dan lokasi: Beberapa sekolah menyediakan sistem belajar hybrid, baik daring maupun luring.
- Kurikulum kontekstual: Fokus pada keterampilan hidup, kewirausahaan, dan pelatihan praktis yang aplikatif.
- Dukungan pemerintah langsung: Program ini didukung penuh oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan.
Menurut salah satu orang tua siswa asal Bekasi, “Kami sempat bingung mencari sekolah lanjutan untuk anak kami. Tapi setelah tahu ada Sekolah Rakyat yang gratis dan programnya bagus, kami langsung daftar.”
Program Inklusif, Tak Hanya untuk Siswa Formal
Sekolah Rakyat juga terbuka bagi mereka yang putus sekolah, pekerja muda, hingga ibu rumah tangga yang ingin melanjutkan pendidikan non-formal. Hal ini menjadi magnet kuat bagi masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan formal.
Pemerintah Targetkan Perluasan
Pemerintah menargetkan lebih dari 20.000 siswa akan bergabung dalam gelombang kedua pendaftaran pada Agustus 2025. Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari transformasi pendidikan berbasis keadilan sosial.
“Kami ingin menciptakan ruang belajar yang setara bagi siapa pun, di mana pun mereka berada,” ujar Risma.
Kesimpulan
Program Sekolah Rakyat bukan hanya solusi pendidikan murah, tapi juga menjadi harapan baru bagi ribuan keluarga. Dengan sistem yang adaptif dan pendekatan yang humanis, sekolah ini digadang-gadang sebagai revolusi pendidikan inklusif di Indonesia.
Baca Juga : Detik-Detik Gempa 4,6 Mag Guncang Ambon: Warga Menjerit, Suara Menggelegar Gegerkan Kota!